Minggu, 12 Agustus 2018

SIBUK DENGAN BERITA POLITIK

SIBUK DENGAN BERITA POLITIK


🔏 Oleh : Uray Sriwahyuni


Bismillah..

Ngakunya awam soal politik. Tapi hari-hari sibuk ngomongin politik.

Ngakunya ga mau ngomongin politik. Tapi kalau dah update status yang dibicarain juga nyangkut masalah politik.

Apalagi sekarang lagi hangat-hangatnya capres dan wapres diberbagai  media. 

Baca berita capres  A begini, lagi pakai jaket ini, lagi pakai motor yang ini, lagi jalan ke daerah ini. Tetap aja dikomentarin sinis.

Baca berita capres B begini, lagi makan sama si ini, lagi ketemuan sama si ini. Tetap aja dikomentarin sinis.

Bahkan sesama muslim pun saling mengolok-olok di media sosial. Berbagai julukan yang buruk pun terucap, baik melalui lisan atau tulisan komentar di media sosial.

Padahal Allah subhanahu wa ta 'ala melarang dari perbuatan saling mengolok-olok. 

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) itu lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita yang lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olok) itu lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri (maksudnya, janganlah kamu mencela orang lain, pen.). Dan janganlah kamu saling memanggil dengan gelar (yang buruk). Seburuk-buruk panggilan ialah (penggilan) yang buruk (fasik) sesudah iman. Dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim” 
(QS. Al-Hujuraat : 11).

Semua yang kita ucapkan dan semua yang kita tulis itu akan dimintai pertanggungjawaban di sisi Allah subhanahu wa ta'ala.


Sauadaraku..Kenapa sibuk sekali dengan berita politik capres wapres A atau B ? Padahal kita sendiri ga faham dengan jelas soal politik diantara kedua kubu. 

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. ” 
(QS. Al-Israa’: 36).

Padahal secara ga sadar kita sudah ikut-ikutan masuk ke Politik ini POLITIK BELAH BAMBU. Yang satu diangkat dan yang satunya diinjak. 

Begitulah suasana politik sekarang. 

Apalagi sibuk menshare berita politik lalu diadu dan diberi meme untuk menjelekkan lawannya. Timbullah ghibah sana sini. Fitnah sana sini. Padahal berita yang diterima atau di posting itu belum diketahui kebenarannya seperti apa. 

Suasana sudah terlanjur dibuat hangat. Lalu muncullah prasangka - prasangka yang tidak-tidak. 

إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ

“Hati-hatilah dengan prasangka karena itu adalah pembicaraan yang paling dusta.” (Muttafaqun ‘alaih)

Apakah tidak khawatir dengan tergelincirnya lisan -lisan akibat perkataan dan berita yang kita share? 

Bukankah kalau berita itu dusta dan diikuti oleh mereka maka akan jadi dosa jariyah bagi kita?

Tidak takutkah?

Atau semakin bangga dengan banyaknya LIKE DAN banyaknya yang SHARE postingan kita tersebut?

Seandainya waktu untuk ngebahas dan memposting berita politik itu DISIBUKKAN dengan membaca artikel soal ilmu agama. Mencari tahu tentang perkara agama. Memposting masalah agama. Bukankah manfaatnya sangat banyak untuk kebaikan diri sendiri dan orang lain ?

Apalagi yang ngakunya salafiyyah tapi sibuk memposting soal politik. 

Dakwah salafiyyah itu sibuk dengan ilmu dan amal. 

Dakwah salafiyyah itu dakwah kemaslahatan. Bukan sibuk masalah-masalah duniawiyah. 

Semoga Allah menganugerahkan kita para pemimpin yang adil yang senantiasa berbuat adil dan menciptakan keadilan yang merata pada masyarakat dan negara ini.

Wallahul Muwaffiq 

Tidak ada komentar: