Tampilkan postingan dengan label TULISAN PRIBADI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TULISAN PRIBADI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Juli 2019

TIDAK ADA TOLERANSI PADA AMALAN BID'AH
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Bagaimana bisa kita toleransi dengan amalan yang tidak ada tuntunan Dari Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam.

Kita tidak boleh toleransi pada hal yang salah. Tidak ada toleransi pada penyimpangan dan amalan bid'ah. Karena bid'ah merusak persatuan ummat dan merusak agama.

Misalnya soal Tahlilan atau Yasinan. Salafi akan mengatakan dengan tegas bahwa tahlilan ataupun maulidan termasuk perkara bid'ah dalam agama. Sebab hal tersebut tidak ada tuntunan dari Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam.

Kalau amalan tersebut salah dan tidak ada dasarnya dalam agama islam maka wajib kita menyampaikannya. Agar kaum muslimin yang tahu bahwa hal tersebut termasuk bid'ah dalam beragama.

Jika mereka masih berfikiran bahwa kaum muslimin itu harus saling toleransi untuk memaklumi amalan kelompok lain, Kalau kayak begini maka makin banyak yang binggung. Mungkin akan hidup dalam kebingungan. Karena yang awwam akan bertanya-tanya siapa sih yang paling benar? Kami harus bermajelis dengan yang mana ?

Maka dari itulah kita sesama kaum muslimin harus saling menasehati. Sebab Ahlussunnah sangat menjunjung tinggi nasehat- menasehati sesama kaum muslimin. Kita sampaikan mana yang amalan bid'ah dan mana yang amalan sunnah. Wajib dijelaskan agar kaum muslimin ga sampai terjerumus dalam menyelisihi ajaran Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam.

Wallahu Ta'ala a'lam Bish-shawab
__________

✏ YUNI
TUTUPLAH AIB SAUDARAMU, APALAGI DIA SUDAH BERTAUBAT DARI PERBUATAN TERSEBUT.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Bismillah...

Ketika asyik membicarakan kekurangan ataupun aib orang lain seakan lupa dengan diri sendiri. Seolah diri sendiri sudah sempurna dan tak ada cacat maupun cela sama sekali.

Padahal diri ini penuh dengan kekurangan, aib, cacat, dan cela.

Apalagi orang yang kita buka aibnya di masa lalu dan sekarang sudah bertaubat dari perbuatan tersebut.

Hendaknya kita lebih menyibukkan diri untuk memeriksa aib sendiri. Dengan menyibukkan memeriksa aib sendiri saja sudah menghabiskan banyak waktu tanpa sempat memikirkan dan mencari tahu aib orang lain.

Biarlah, aib-aib tersebut menjadi pelajaran berharga bagi kita, agar kita bisa menjaga diri dari segala celah yang dapat menjatuhkan kita pada kubangan dosa yang serupa.

Hendaknya kita lebih meningkatkan ketaqwaan kita, memperbanyak amal shalih.

Renungkanlah hadits ini :

“Tidaklah seorang hamba menutupi aib hamba lainnya di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat kelak.”
(HR. Muslim no. 2590)

Wallahu waliyyut taufiq

______________________________
Hamba yang tak luput dari dosa

✏ Yuni
SUNGGUH INI FITNAH YANG KEJI dari FP ALA_NU .

Mereka mengatakan Wahhabi ( gelaran untuk salafi) MEMBENCI RASULULLAH SHALALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM. DAN TIDAK MENGHORMATI RASULULLAH SHALALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM.

Kata mereka wahhabi berani menvonis ayah dan ibunda Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam masuk neraka.

Padahal kita dilarang untuk mengatakan seseorang itu penghuni surga atau neraka dengan akal dan perasaan kita. Bahkan untuk memastikan seseorang itu penghuni surga atau neraka kita harus memiliki bukti dan dalil yang shahih yang menerangkan hal tersebut.

Nah bukankah dalil keberadaan orang tua Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam sudah jelas dan ada akan hal itu...

Dari Anas bin Malik, ia berkata bahwa ada seseorang yang bertanya,

“Wahai Rasulullah di mana tempat kembali bapakku?”

“Di neraka.”

Ketika orang tersebut berpaling, Rasul memanggilnya lantas berkata,

“Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka.”

 (HR. Muslim, no. 203)

Lalu mau di syarah bagaimana lagi hadits diatas? bukankah sudah jelas.

Harusnya kalau sudah ada dalil shahih kita harus sami' na wa atho' na.

Dan ketahuilah bahwa kami beriman kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan beriman atas semua berita yang beliau sampaikan. Membenarkan dakwah beliau walaupun mungkin bisa jadi bertentangan dengan perasaan.

Ini masalah iman, bukan masalah perasaan.

Kita semua sebagai ummat nya Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam mencintai beliau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Maka janganlah kalian MENGAKU bahwa hanya diri kalian  yang mencintai Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, sementara yang lain kalian anggap TIDAK mencintai beliau.

Semoga Allah berikan mereka keturunan yang mencintai Tauhid dan Sunnah.

Allahummaghfir lana wal muslimin

Aku memohon kepada Allah Ta’ala agar meneguhkanku dan kalian dalam mengikuti agama ini sampai kita bertemu dengan-Nya dalam keadaan Allah Ta'ala ridha kepada kita.

Aamiin

✏ Yuni
Menjadi MUALLAF harus belajar syari'at islam dengan sungguh-sungguh agar tertanam dengan kuat islam dalam dada.

Dan mempelajari islam haruslah sesuai Al-Qur'an dan sunnah dengan pemahaman salafus shalih dalam beragama agar tidak tersesat dalam memahami ajaran islam.

Dan cara beragama islam yang benar hanya ada pada manhaj salaf. bukan yang lainnya.

Semoga saudara kita yang baru masuk islam / muallaf maupun yang sudah lama memeluk islam agar semakin dibukakan jalan dan pikiran untuk lebih mengetahui dan mencari jalan kebenaran dalam islam ini dengan manhaj salaf bukan yang lainnya.

Aamiin

______________
Saudarimu yang menunggumu di manhaj salaf
✏ Yuni

☝🌷🌷🌷🌷☝
SIKAPKU SEBAGAI PENUNTUT ILMU KETIKA MELIHAT DAN MENYIKAPI KESALAHAN SEORANG USTADZ AHLUSUNNAH

Pertama-tama aku harus sadar diri, WHO AM I ? siapakah aku ?

Apa kapasitasku jika aku membahas hal ini ?

Disini aku tersadar dan merasa bahwa aku hanya seorang penuntut ilmu yang apabila aku  mengeluarkan pendapat membahas hal tersebut, maka suaraku atau pendapatku tidaklah akan didengar dan tidak dianggap..alias tidak ada manfaatnya mungkin.

Maka dari itu aku lebih baik diam, lebih baik menyibukkan diri untuk lebih dalam menuntut ilmu, memahami ilmu.
Jangan sampai aku larut dan ikut meramaikan dengan  postingan-postingan yang bisa saja aku terjatuh dalam perbuatan mendzalimi orang lain.

Jangan sampai aku ikut larut komen sana komen sini tentang kesalahan seorang ustadz tersebut sehingga suasana tambah panas, bahkan mungkin tambah menimbulkan kekacauan antar penuntut ilmu.

Aku sadar sebagai penuntut ilmu terkadang mendahulukan perasaan daripada mendahulukan ilmu.

Sebaiknya aku ya cukup tahu saja bahwa ini kesalahannya begini, ini yang benarnya seperti ini ternyata. Oh begini ya seharusnya setelah dijelaskan oleh ustadz fulan yang lain misalnya.

Ya sudah begitu saja, Yang salah jangan diikuti pendapatnya. Namun orangnya ya tetap kita hargai. Kita hormati sebagai ustadz Ahlusunnah.

Biarlah tahdzir mentahdzir itu dilakukan oleh sesama ustadz.

Biarlah ustadz yang punya kapasitas yang berbicara dengan hujjah dan dalil yang benar. Dan kitapun sebagai penuntut ilmu semestinya bisa melihat mana yang haq dan mana yang bathil.

Ya sudah aku ya cukup menyimak saja, Jangan jadi kompor untuk memanas-manasi keadaan.

Dan harusnya seorang penuntut ilmu itu tahu kapan dia harus bersikap diam atau berbicara.

Penuntut ilmu itu dia harus tahu apakah ada maslahat atau tidak buat dirinya ketika dia berbicara atau diam.

Jangan lupa bertanyalah pada ustadz kita bagaimana kita harus bersikap dalam menyikapi hal tersebut, sehingga kita tidak sembrono dalam mengambil sikap.

Begitulah aku berusaha bersikap tatkala menghadapi dunia persilatan di facebook.

Wallahul Musta'an

Sekian dari saya yang faqir ilmu ini

✏ YUNI

➖➖➖📚📚➖➖➖
Bismillah..

Ana kalau copas status atau tulisan seseorang baik di FB maupun di sosmed lainnya selalu ana sertakan nama si pembuat status dibawahnya.
Nah ini namanya menjaga amanah ilmiah.

Tapi ana beberapa kali lihat dan baca tulisan  ana di copas oleh orang lain tanpa menyertakan sumbernya yaitu ana sebagai penulisnya pada postingan statusnya.

Bahkan pernah tulisan ana dishare di sebuah group yang ana lupa nama groupnya, pun mereka ga mencantumkan nama ana sebagai penulis aslinya. Ini ana ketahui setelah ana searching di mbah google karena saat itu ada yang seolah mengatakan ana yang copas tulisan orang lain dan menisbatkan diri ana sebagai penulis tulisan tersebut. PADAHAL orang tersebutlah yang mengcopas tulisan ana tanpa menyertakan nama ana sebagai penulis aslinya.

Sampai salah seorang teman ana yang punya Fanspage untuk dakwah sunnah di FB ini ikut menshare tulisan ana, agar ana tidak dituduh sebagai tukang copas tulisan orang. Sudah berlalu hal itu di akun lama ana.

Bahkan pernah ana baca tulisan ana di share di instagram dan si empunya akun itu malah menisbatkan tulisan ana tersebut kepada dirinya, seolah dia yang menulis tulisan tersebut. Padahal itu asli tulisan ana sendiri.
Dan sudah berlalu juga hal ini di akun lama ana.

Bahkan pernah ana mendapati tulisan ana di share oleh orang lain NAMUN tulisan ana di gabungnya dengan artikel dari sebuah website yang juga jadi rujukan ana untuk mendapatkan ilmu syar'i. Dan lagi-lagi si empunya akun tersebut tanpa menyertakan nama ana sebagai penulisnya.
Karena Waktu itu ana pakai akun lain dan Pas ana tanyakan padanya, kenapa ga mencantumkan nama sipenulis ? Al-Jawab si empunya akun adalah 👇👇

"BUKAN GA MAU MENCANTUMKAN NAMA SI PENULISNYA TAPI ANA GA TAHU MANHAJ SI PENULIS TERSEBUT JADI ANA GA MAU SEMBARANGAN MENYEBARKAN NAMA SIPENULIS YANG ANA RAGU MANHAJNYA".

Bagi ana itu jawaban yang sangat lucu plus aneh aja. Dia sudah lama berteman dengan akun ana yang dia copas tulisannya, dan dia juga pasti tahu ana sering share artikel dari website yang dia pun juga menjadikan website tersebut sebagai rujukan dalam mendapatkan ilmu syar'i. LALU kenapa dia bertanya soal manhaj ana ? kalau dia baru berteman dengan akun ana sih mungkin ana memaklumi. Tapi dia sudah lama berteman dengan akun ana.  Engkau meragukan manhajku tapi engkau membenarkan dan mempublikasikan tulisanku. Apalagi tulisanku engkau gabungkan dengan tulisan seorang ustadz sunnah yang sangat ilmiah dibanding tulisanku yang sangat receh. Ga gitu juga kali kalau mau dakwah.
Sebab tulisan ana yang tidak ada apa-apanya rasanya tidak pantas engkau gabungkan dengan tulisan seorang ustadz yang sangat ilmiah tersebut.

Bukannya ana ga ikhlas karena tulisan ana di copas orang lain dan tidak menyertai nama ana sebagai penulisnya. Namun :

Pertama, ini soal amanah ilmiah yang hendaknya kita menjaganya, dan memperhatikan hal ini termasuk adab dalam dunia tulis menulis. Walaupun mungkin tulisan ana jauh banget dari kata ilmiah, Tapi paling tidak kita tidak menisbatkan tulisan orang lain kepada diri sendiri. Kalau pun ga mau menulis nama si penulis asli maka cukuplah kita tulis dibawah tulisan tersebut dengan kata "COPAS". Nah ini lebih baik menurut ana.

Kedua, Jika anda mengatakan ana gila pujian maka ana katakan bahwa ana tidak gila pujian. Jangan salah menuduh kalau ana gila pujian, itu otak anda yang absurd kalau gitu. Ga mau tabayyun ke ana.

Ketiga, ana tidak pernah mempermasalahkan tulisan ana mau di copas TANPA menyertakan nama ana sebagai penulis atau pembuat status, it's okey. no problem buat ana.

Namun disaat ada suatu MOMENT seolah ana yang mengcopas tulisan orang lain dan seolah mengatakan ana tidak menyertakan sumber penulisnya, maka disini letak masalahnya bagi ana. Sebab ana tidak nyaman dengan moment seperti itu. Bahkan "sempat ada yang inbox menanyakan kenapa ana tidak menyertakan penulis aslinya atas tulisan yang ana share ?"

Ana jawab saja " Kan ana sendiri sebagai penulisnya, ngapain nisbatkan tulisan ana atas nama orang lain ?"

Gitu sedikit ceritanya.

Nah inilah makanya ana buat klarifikasinya.

Walaupun klarifikasi ini UNFAEDAH namun ana tetap akan sampaikan seperti ini.

Sekian.
TAHU DIRI
➖➖➖➖

Didunia maya semua orang punya kesempatan sama untuk mengungkapkan apa yang ada di benaknya. Membuat status sesuai apa yang ada di benaknya. Punya hak untuk berkomentar.

Namun masalah timbul ketika kita berkomentar untuk suatu urusan yang bukan keahlian kita untuk mengomentari urusan tersebut. Bahkan bisa jadi kita bodoh terhadap apa yang hendak kita komentari, tapi karena kita sok tahu dan tak bisa menahan jempol akhirnya kita ikut berkomentar. Maka yang terjadi timbullah kegaduhan dan kesalah fahaman.

Kebodohan seharusnya membuat semangat untuk belajar dan menahan diri dari sok tahu mengomentari segala hal yang bukan kapasitasnya. Untuk berhenti menanggapi hal yang tidak dia dipahami dan kuasai dengan baik. Harus diingat pula, manusia senantiasa dalam keterbatasan. Tapi bukan berarti tidak mau mencari tahu. Pandai dalam segala hal adalah sesuatu yang mustahil bagi kita sekarang. Sehingga, yang dibutuhkan adalah rasa tahu diri akan kapasitas diri sendiri.

Tetaplah semangat  dalam menuntut ilmu agama yang syar'i. Tetaplah semangat dalam mendidik diri kita dan generasi kita dengan ilmu sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan pemahaman salafus shaleh. Berpegang teguhlah dengan keduanya.

Semoga kita bukan termasuk Ruwaibidhah Dunia Maya maupun Dunia Nyata.


Wallahu ta'ala a'lam bish-shawab

~~Yuni~~

🌷🌷🌷🌷🌷

Jumat, 24 Mei 2019


JANGAN LEPAS HIJABMU UKHTI
♨♨♨♨♨♨♨♨♨♨♨♨♨♨
                       

Banyak hal yang aku dapat darimu ukhti.

Banyak pembelajaran yang kau berikan kepadaku.

Kau memberitahu kepadaku bahwa menutup aurat hukumnya wajib.

Dulu kau yang tak bosannya memperkenalkan padaku, betapa indah dan nikmatnya islam itu.

Kau selalu menjelaskan padaku, bagaimana semestinya seorang wanita bersikap.

Kau yang mengajarkanku bagaimana berkata dan berucap santun sebagai seorang muslimah. 

Kau tidak memandangku sebelah mata, meskipun saat itu penampilanku bertolak-belakang denganmu. 

Tutur katamu yang santun membuat hatiku trenyuh. Terlebih ketika di suatu malam sunyi, aku mendengar lembut suaramu saat melantunkan ayat suci. Betapa indah dan damainya. Sehingga lambat laun, aku mengikuti jejakmu.

Kukenakan penutup kepala dan kubalut tubuhku dengan pakaian muslimah.

Saat pertama kau tahu aku berhijrah, senyummu tersungging lebih lebar dari biasanya. Matamu berbinar saat menatapku. Dan saat itu kau mengucap kalimat, Ma syaa Allah.....

Berselang sehari kemudian kau memberikan bungkusan kecil kepadaku. Dan ada secarik kertas dibungkusan tersebut. Selanjutnya kubaca isinya yang berbunyi “Barakallah ukhti, semoga istiqamah.”

Kuaamiinkan berkali-kali.

Betapa haru menyeruak dalam dadaku saat itu.  berlinang airmata. Kudoakan agar kau pun selalu istiqamah di jalan Allah, hingga maut menjemput.

Namun....
Beberapa tahun berselang, kenyataan justru berkata lain. Kau yang biasanya terbalut hijab panjangmu, kini menanggalkannya. Dengan riang kau membiarkan mahkotamu dilihat oleh semua mata. Kau lepaskan pelindungmu dan kau ganti dengan warna-warni duniamu yang baru.

Tahukah kau, betapa terkejutnya aku dengan hal itu? Betapa hatiku hancur melihat penampilanmu kini, hingga aku kembali meneteskan airmata saat menatap foto terbarumu. Namun kali ini, bukan keharuan yang menyeruak, melainkan kesedihan yang menesak dalam dada. Karena sebagai sahabat, aku tak bisa membantumu mempertahankan hijabmu.

Ukhti...

Aku memang tak punya hak apapun atas dirimu dan penampilanmu.

Aku hanya orang yang menyayangimu sebagai sahabat dan saudara sesama muslim.

Tapi kumohon, kembalilah...

Jangan kau turuti apa yang semestinya kau jauhi

Jangan kau menjauh dari Allah tempat semestinya kau menghambakan diri

Aku hanya bisa mendoakanmu agar kau segera kembali menggunakan hijabmu.

Maka dari itu kumohon,


Jangan lepas hijabmu, ukhti ...



______________
Uray Sriwahyui

ALASAN ORANG TUA MELARANG PACARAN
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔

🔏 Oleh : Uray Sriwahyuni


Bismillah...

Sebagian Orang tua beralasan melarang anaknya pacaran karena anaknya masih kecil, masih sekolah, masih SMA.

Lantas kalau dah tamat SMA jadi boleh pacaran gitu ?

Nanti kalau anaknya dah tamat sekolah SMA jangan heran kalau anaknya punya pacar.

Alasan anaknya karena dah tamat sekolah, sudah remaja, bukan anak kecil lagi, jadi boleh dong pacaran.

Susah kalau sudah kayak begitu. Anak jadi rusak pikirannya, perasaanya, karena setiap hari memikirkan sang pacar. Apakah sang pacar setia dengannya atau tidak, sang pacar selingkuh atau tidak, sang pacar sayang dengannya atau tidak.

Mustahil dalam pacaran tidak memikirkan hal demikian.

Belum lagi pergi berduaan dengan sang pacar, seakan dunia milik berdua. Kemana mana berdua. Tidur pun mungkin berdua (tapi memang ada seperti ini).

Padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

“Katakanlah kepada orang-orang mu'min laki-laki agar mereka menundukkan sebagian pandangan mereka serta menjaga kemaluan mereka. Dan katakan kepada para wanita mu’minah, agar mereka menundukkan sebagian pandangan mereka dan menjaga farji mereka.”
(QS. An Nur : 30,31)

Seharusnya orang tua melarang anaknya pacaran dan memberikan alasan bahwa pacaran dilarang dalam islam. Karena itu mendekati zina.

“Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.”
(QS. Al-Israa’ : 32)

Belum lagi dampak buruk dari pacaran itu sendiri.

Apalagi zaman sekarang gaya pacarannya sudah seperti suami istri. Sangat mengerikan.


JANGAN KAMU KATAKAN BAHWA :

“Aku berpacaran kan untuk tahap penjajakan, biar saling memahami karakter masing-masing, sehingga ga terjadi penyesalan setelah memasuki pernikahan, karena kegagalan dalam berpacaran jauh lebih ringan daripada kegagalan dalam pernikahan.”

AKU KATAKAN KALAU ITU CUMA PERMAINAN SETAN.

Itu alasan yang sangat dibuat-buat untuk mencari pembenaran dalam pacaran.

Tidak ada kebaikan dalam hubungan pacaran, yang ada cuma dosa.

Kok dosa ? Ya iya, pegang-pegangan tangan yang bukan mahramnya apa itu tidak dosa ?
saling merayu dan berkata mesra kepada pasangan yang belum halal, itu dilarang dalam islam.
Belum lagi perbuatan haram  yang lain atas nama cinta dalam pacaran.

Ittaqillah

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjaga kita dari perbuatan yang haram, perbuatan yang tidak Allah ridhai, perbuatan yang membuat Allah murka. Aamiin

Tulisan ini untuk mengingatkan diri sendiri dan sahabat sekalian yang menginginkan kebaikan juga.




Suamimu bukan Konsumsi Publik
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔

Gantengnya wajah suami.
Jangan sampai bebas dikonsumsi.
Siapapun boleh menikmati.
Takutnya ada yg diam2 mengagumi. Namun takbisa memiliki.
Hapus sajalah foto2 suamimu ya ukhti.
Yg demikian lebih bisa menjaga hati.
Dari rasa ujub maupun iri.
Yg timbul dari hatimu dan hati mereka yg memandangi.
Bantu saudaramu wahai ukhti...
Untuk menundukkan pandangan dari wajah lelaki.
Sebab kelak mata ini kan dihisab dan menjadi saksi. 
Atas apa saja yg ia pandang ketika di dunia ini. 
Jangan sampai engkau menjerumuskan saudaramu dari memandang perkara yg tidak Allah ridhoi.

________
Kiriman Ukhti Ve Edelweis


WAHAI SUAMI, FOTO ISTRIMU BUKAN KONSUMSI PUBLIK
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔

Cantik dan Imutnya paras istrimu di Facebook JANGANLAH  sampai bebas dikonsumsi oleh Publik. 

SEBAB..
Siapapun bisa menikmati wajah cantik istrimu.

Siapa tahu ada yg diam-diam mengagumi kecantikan istrimu Namun takbisa memiliki. Dan hanya mengagumi dari layar Ponselnya saja.

Tidakkah engkau wahai SUAMI memiliki rasa cemburu akan hal itu ?? 

Jangan sampai engkau menjadi suami yang DAYYUST.

Lebih baik hapus saja foto-foto istrimu. Khawatir mudhorotnya lebih banyak daripada maslahatnya. DAN dengan menghapus foto-foto tersebut juga lebih bisa menjaga hati PARA LELAKI.

Ayo bantu para lelaki yang bukan mahram istrimu untuk menundukkan pandangan dari wajah wanita.

Sebab kelak mata juga  akan dihisab dan menjadi saksi atas apa saja yang ia pandang ketika di dunia ini. 

Jangan sampai foto-foto istrimu menjerumuskan saudaramu dari memandang perkara yang tidak Allah ridhoi.



________________________
Al Faqir : Uray Sriwahyuni

Malam ini aku menangisi segala dosa-dosa yang pernah kuperbuat. 

Dosa-dosa baik dimasa lalu maupun dosa yang sekarang.

Aku tahu ini sangat berat bagiku. 

Tidak ada sesuatu yang aku takutkan kecuali Allah Azza Wa Jalla Sang pemilik Jiwa ini.

Kapanpun Dia bisa mencabut nyawa ini, 

Kapanpun pemutus kelezatan akan datang kepadaku...

Ya Rabb...aku takut akan siksa neraka..Aku takut Ya Rabbi...

Siap tidak siap aku harus menghadapi kematian yang kapan saja akan menjemputku..
Sementara bekal akhiratku masih sedikit..

Ya Rabbi..aku ingin menghadapmu dalam keadaan amalanku baik dan diterima

Ya Rabbi...hambamu yang faqir ..yang hina ini berharap ampunanmu Ya Rabbi...

Hasbiyallahu wani'mal wakil, ni'mal mawla wa ni'man nashir.

Bila Esok Tak Pernah Datang
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya Aku membaca postinganmu, Aku akan membaca berulang-ulang setiap postinganmu

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya aku membaca comentarmu, Aku akan membaca berulang-ulang setiap comentarmu.

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya aku menerima nasehat indah yang bermanfaat darimu, Aku akan selalu meminta nasehat apapun darimu

Walau tak ku tahu paras dan wujud dirimu namun aku yakin kau sosok yang bisa aku pertimbangkan.

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya, aku akan meluangkan waktu ekstra satu atau dua menit, Untuk berhenti dan mengatakan dalam hatiku “Aku mengagumimu” dan bukannya menganggap kau sudah tahu

Jadi untuk berjaga-jaga seandainya esok tak pernah datang dan hanya hari inilah yang kupunya,  Aku ingin mengatakan betapa aku sangat mengagumimu.

Esok tak dijanjikan kepada siapa pun, baik tua maupun muda. Dan bisa jadi hari ini mungkin kesempatan terakhirku untuk menulis ini untukmu

Karena bila esok tak pernah datang....
Aku ingin meluangkan waktu untuk mengatakan “Aku menyesal”, “Maafkan aku”, Terima kasih”, atau “aku tidak apa-apa”

Dan bila esok tak pernah datang, Aku takkan menyesali hari ini


________________
Uray Sriwahyuni
Saya adalah apa yang ada di dalam pikiran kalian, baik buruknya saya tergantung pikiran kalian, jika kalian berfikir saya baik maka baiklah saya di dalam pandangan kalian dan begitu pula sebaliknya

Jika kalian berfikir buruk tentang saya maka buruklah saya di dalam pandangan kalian


Menebak isi hati seseorang selalu menjadi pe-er berat bagi tiap lawan jenisnya. Apakah ia serius, apakah ia hanya ingin membuang waktumu. wanita yang cenderung menunggu tentu akan lebih sulit menebak perasaan seorang pria. Terlebih, wanita sangat mudah terbawa perasaan. Walau seorang pria terlihat memberikan perlakuan berbeda, belum tentu ia sungguh-sungguh menganggap hal itu serius. Bisa jadi, pria tersebut hanya merasa nyaman, tanpa ada keinginan membawa hubungan kalian ke arah selanjutnya. Bukankah setiap wanita butuh dipastikan. 

Nah maka dari itu...daripada binggung dan penasaran jalan satu2 nya untuk mengatasi hal itu adalah T.K.W...

Apa itu T.K.W ??? Ta'aruf....Khitbah.....Walimahan.

Barakallahu fiikum
Akhawat salafy Jangan Pasang Fotomu Di Profile FB !!
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔

Bismillah...

Jika ukhti mengaku bermanhaj salaf dan sudah ngaji sana sini pastinya tidak mau menjadikan foto ukhti sebagai PP profile pada akun FB ukhti kan??

Alasannya kenapa?? 

Karena akhawat salafy sudah tau jawabannya kalau memasang foto PP di akun FB itu tidak baik agar tidak terjadi fitnah untuk ajnabi yang melihatnya. dan agar para ikhwan bisa ghodul bashar. 

Nah ukhti faham hal itu. Tapi kenapa ukhti begitu mudahnya memposting /mengupload foto akhawat yang lain untuk dijadikan bahan postingan pada status ukhti?? walaupun akhwat tersebut untuk dijadikan contoh sebagai bahan postingan materi di status ukhti. Apalagi jika akhawat tersebut tidak memakai hijab. 

Marilah kita sama-sama menjaga hal-hal seperti itu. walaupun sepele tapi paling tidak kita bisa sedikit menjaga yang namanya fitnah untuk para ikhwan agar mereka bisa ghodul bashar jika bermain FB. 

SEBENARNYA MAU DIA AKHWAT YANG DISEBUT SALAFY, ATAU APALAH JIKA BISA JANGAN UPLOAD FOTO DIRI DI FB DAN JANGAN JADIKAN FOTOMU UNTUK PROFILE FACEBOOK. 

Afwan jika ada yg kurang berkenan dengan tulisan saya. semata -mata tidak menyinggung pihak manapun. Cuma sekedar mengingatkan saja untuk diri sendiri dan bagi yang mau diingatkan juga. 



_________________________
Al Fakir URAY SRIWAHYUNI
🍃 AKU MUNDUR 🍃

Untukmu...
Jika saat ini aku memilih mundur, sebenarnya bukan berarti aku menyerah....
Jika saat ini aku menjadi diam, sebenarnya bukan berarti aku kecewa...
Jika saat ini aku memilih berpaling, sebenarnya bukan berarti aku tidak memandangmu lagi...
Jika Saat ini aku lemah, sebenarnya bukan berarti aku lelah memperjuangkanmu...
.
Aku bisa apa selain diam?
Aku bisa apa selain mundur?
Aku bisa apa selain berpaling?
.
Aku tidak menyerah, aku belum kalah,
aku masih bertahan, tapi Lewat DOA...
.
Memperjuangkanmu lewat Doa...
Memandangmu lewat Doa...
Menyapamu lewat Doa...
.
Belajar lebih ikhlas dan ikhtiar menyerahkan pada Pemilik Hati, Sang pencipta...
.
Aku yakin bahwa sesulit apapun, Doa pasti sampai...
.
Aku punya Allah yg Maha Baik
.
Kamu...
Yang selalu aku semogakan...
Yang selalu aku perbincangkan dengan-NYA...

aku mundur
aku mundur
*aku mundur*



_______________
Uray Sriwahyuni
Maafkan Aku Sahabat
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔

Mungkin diantara kalian ada yang terganggu dengan postinganku setiap hari.

Namun jika kalian keberatan dengan hadirnya postinganku, tolong beritahu aku. 

Aku siap memblokir akunmu atau kalian silahkan memblokir akunku, In syaa Allah aku tidak akan lagi menggangu kalian yg merasa terganggu dgn postinganku.

Aku bukan ustadzah Tapi, aku ingin dapat keutamaan seperti mereka. Tidak ada yang bisa aku lakukan, selain apa yang aku lakukan selama ini. Cuma sekedar menulis, mereshare, copas.

Harapanku adalah barangkali ada orang yg menemukan hidayah dari postinganku atau mengambil faedah dari postinganku. Dan mendapat ilmu dari postinganku. 

Lantas iapun beramal dengannya. Dengan itu, Allah memberiku pahala amalan orang itu tanpa mengurangi pahalanya.

Terima kasih sahabat, atas kebesaran hati kalian. Sekali lagi, maafkan aku apabila postingankju sering mengganggu kalian. 

Mohon maaf dariku,..

Uray Sriwahyuni

Kamis, 23 Mei 2019

STATUS SINDIRAN DIMEDSOS
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔

🔏 Oleh : Uray Sriwahyuni


Bismillah...

Kadang-kadang kalau lagi sakit  hati sama seseorang di medsos biasaya ada yang bikin status sindiran. Atau mungkin ada yang lagi pengen seseorang ngerespon perasaannya biar orang yang disindir ngerasa maka dibuatlah status sindiran dimedsos. 
Ada yang begitu ga???
Jangan angkat tangan yeah...🆗😷

Ada juga setelah buat status sindiran terus ada yang komentar begini :

“Statusku kan untuk nyindir si anu, kenapa dia yang kebakaran jenggot?”. Salah sasaran ceritanya, sehingga jatuh korban tidak terduga. Orang yang menjadi target utama bahkan ga merespon apa-apa, jangan-jangan bacapun tidak......cape' dehhhhh

Mungkin ststus sindiran yang dipasang dalam statusnya memang dimakan oleh si target tapi karena ia tidak to the point pada pokok masalah, si target bukannya menyadari kesalahannya, justru ia semakin besar kepala. Serba salah jadinya. Atau mungkin si target ga tau kalau status yang dipasang distatus mu adalah untuk dirinya. 

Tapi entah kenapa ya orang kok sukanya bikin ststus sindiran?? mungkin biar banyak yang dukung dia dan ngebantu buat ngomporin dan bikin sakit hati lawannya. menurutku itu adalah cara bikin malu yang justru akan membuat citra kita buruk sendiri.

Kemaren2 mungkin saya ada bikin status sindiran namun sekarang2 saya akan berlapang dada jika ada yang bikin status sindiran buat saya. Biarkan saja. Karena tidak semua orang sepemikiran dengan kita. 

Saran saya jangan deh bikin ststus sindiran...
“Jika berani, kamu to the point saja pada yang bersangkutan melalui pesan pribadi. Dan selesaikan masalah yang ingin kamu selesaikan dengannya berdua saja. Itu lebih menjaga kehormatan dan perasaan masing-masing”

"Kata dan sikap yang menyakitkan itu seperti paku. Saat kita menancapkannya di pagar, kita mungkin bisa mencabutnya kembali, tapi bekasnya akan abadi. Salah kita mungkin telah dimaafkan oleh orang yang telah kita sakiti, namun mungkin ia tak bisa melupakan kesalahan kita dalam waktu yang lama bahkan mungkin seumur hidupnya". hayooo...ngeri ga tuh sob??

Agama sudah memberi panduannya : katakanlah yang baik atau diamlah. Dan memaafkan itu adalah pilihan yang jauh lebih utama saat kita tersakiti. Kalaupun ada nasihat yang harus disampaikan, sampaikanlah dengan kata yang sebaik mungkin dengan tetap menjaga perasaan dan kehormatannya. Sampaikanlah secara pribadi jika nasihat itu memang benar-benar ditujukan untuknya.

Lalu, efektifkah menyindir lewat status media sosial ???
Jawabannya ada di hati masing-masing

                   *************************************
Berkata yang baik atau diam itu lebih baik. jangan su'udzon kepada orang lain jika kita tidak tau tentang orang tersebut
YA ALLAH...AKU RINDU SAMA PACARKU..
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔

Ya Allah...aku merindukannya..

Aku rinduuuuu banget sama dia..

Kenapa dia ga menghubungiku...

Beberapa hari yang lalu baru aja nelpon aku..ngajak jalan-jalan...Kamu genggam jemariku agar aku selalu berjalan disisimu....

Indahnya saat bersamamu..berdua...kita lewati hari-hai bersama....


TAPIIIII......

Hari ini kok dia ga ada kabar, kok ga nelpon aku...

Ya Allah..ada apa dengan dia...

Jaga dia Ya Allah,..

Semoga dia disana dalam kedaan baik-baik saja...

Aku jadi ga tenang ni...

Rindu ini ga bisa dibendung lagi...

Ya Allah ...aku rindu sama dia..pacarku yang paling baik...paling pengertian....palinglah pokoknya..

Aku mencintaimu sayang,....Semoga Tahun depan kita bisa segera menikah....



❌❌❌❌❌❌❌........❌❌❌❌❌

GUBRAAAKKKK...

Sayang-sayangan tapi BELUM HALAL...


Pegangan tangan tapi BUKAN MAHRAM..

Apalagi telponan saling melontar kata mesra...BELUM HALAL LAGI...

Jalan berdua kemana-mana berkhalwat....



AWAS JANGAN DEKATI ZINA......

“Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa: 32)

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang ayat ini: “Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam rangka melarang hamba-hamba-Nya dari perbuatan zina dan larangan mendekatinya, yaitu larangan mendekati sebab-sebab dan pendorong-pendorongnya.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 5/55)

Asy-Syaikh As-Sa’di rahimahullah menjelaskan tentang ayat ini di dalam tafsirnya, “Larangan mendekati zina lebih mengena ketimbang larangan melakukan perbuatan zina, karena larangan mendekati zina mencakup larangan terhadap semua perkara yang dapat mengantarkan kepada perbuatan tersebut. Barangsiapa yang mendekati daerah larangan, ia dikhawatirkan akan terjerumus kepadanya, terlebih lagi dalam masalah zina yang kebanyakan hawa nafsu sangat kuat dorongannya untuk melakukan zina.” (Lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal.457)


Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji.

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Maksudnya adalah dosa yang sangat besar.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 5/55)


Nah...ada lagi hadits ini....

“Seorang ditusuk kepalanya dengan jarum dari besi adalah lebih baik ketimbang menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabarani, no. 16880, 16881)

Dalam hadits ini terdapat ancaman yang keras bagi orang yang menyentuh wanita yang tidak halal baginya. Hadits tersebut juga sebagai dalil tentang haramnya berjabat tangan dengan wanita (yang tidak halal baginya). Dan sungguh kebanyakan kaum muslimin di zaman ini terjerumus dalam masalah ini. (Lihat Ash-Shahihah, no. 1/395)


Nah ini nih ada lagi....

Dalam hadits lain dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Ditetapkan atas anak cucu Adam bagiannya dari zina akan diperoleh hal itu tidak mustahil. Kedua mata zinanya adalah memandang (yang haram). Kedua telinga zinanya adalah mendengarkan (yang haram). Lisan zinanya adalah berbicara (yang haram). Tangan zinanya adalah memegang (yang haram). Kaki zinanya adalah melangkah (kepada yang diharamkan). Sementara hati berkeinginan dan berangan-angan, sedang kemaluan yang membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Muslim no. 2657)


AYO PUTUSKAN PACARMU....

KALAU ENGGAK MAU PUTUSIN SEGERA HALALKAN...

AKU SIH JOMBLO SAMPAI HALAL

BERANI ???


___________________________________
Ditulis oleh Al Faqir : Uray Sriwahyuni



....