MEREKA Meletakkan Cabe dan Bawang Diatas Genteng Agar Tidak Turun Hujan
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔
🔏 Oleh : Uray Sriwahyuni
Ada sebuah rubrik tanya jawab yang mengatakan bahwa MELETAKKAN CABE DAN BAWANG DIATAS GENTENG SEBAGAIMANA KEBIASAAN ORANG-ORANG YANG HAJATAN DIKAMPUNG AGAR TIDAK TURUN HUJAN ADALAH BENTUK DARI DO'A DAN BUKAN TERMASUK SYIRIK.
Mereka mengqiyaskan dengan sebuah hadits Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam yang meletakkan pelepah kurma basah diatas kedua penghuni kuburan.
INI MERUPAKAN QIYAS YANG BATHIL. Qiyas serampangan.
Sebab apa?
Meletakkan cabe dan bawang diatas genteng agar tidak turun hujan. Sarana atau perantara do'a semacam ini sangat bertentangan dengan syari'at. Ini sama saja menggantungkan harapan kepada cabe dan bawang diatas genteng tersebut agar hujan tidak turun pada saat yang diinginkan tersebut. Bukan malah bergantung kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Jika begini keadannya maka jelas termasuk syirik. Bahkan ini termasuk syirik dalam Rububiyah Allah.
HUJAN itu yang membuat, menurunkan, yang menentukan kadar, waktu dan tempatnya adalah Allah. Jika Allah menetapkan hujan di tempat A pada waktu B dan selama C, maka ia akan terjadi sebagaimana yang Allah tetapkan,tidak seorang pun mampu menolak, memindah atau memperpendek atau mengurangi kadarnya. Kalau ada mendung hitam di suatu daerah lalu hujan tidak turun di daerah tersebut bukan karena pengaruh dari cabe dan bawang pada lidi yang diletakkan diatas genteng tadi, akan tetapi karena Allah belum berkehendak menurunkan hujan di tempat tersebut.
Dan ketahuilah bahwa diringankannya adzab bagi kedua penghuni kubur itu adalah syafa’at dan do’a dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun pelepah basah yang ditancapkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas kedua kuburan itu hanyalah sebagai penanda batas waktu diterimanya syafa’at Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi kedua penghuni kubur itu agar adzab keduanya diringankan.
Hal ini berdasar hadits dari sahabat Jabir Radhiyallahu ‘anhu tentang dua penghuni kubur yang disiksa, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنِّي مَرَرْتُ بِقَبْرَيْنِ يُعَذَّبَانِ، فَأَحْبَبْتُ بِشَفَاعَتِيْ أَنْ يُرَفَّهَ عَنْهُمَا مَا دَامَ الْغُصْنَانِ رَطْبَيْنِ
“Sesungguhnya aku melewati dua kuburan yang sedang disiksa. Maka dengan syafa’atku, aku ingin agar adzabnya diringankan dari keduanya selama kedua pelepah itu masih basah.”
(Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 3012).
Jadi, penyebab diringankannya adzab bukanlah adanya pelebah basah, akan tetapi karena syafa’at dan do’a dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini merupakan kekhususan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
LALU PERTANYAAN SAYA ADALAH :
Yang meletakkan cabe dan bawang diatas genting agar tidak turun hujan ini apakah mempunyai syafa'at dan do'a mustajab seperti yang dilakukan nabi shalallahu 'alaihi wa sallam ? sedangkan jelas bahwa penyebab diringankan adzab bagi kedua penghuni kuburan tersebut BUKAN KARENA PELEPAS BASAH TAPI KARENA SYAFA'AT DAN DO'A NABI SHALALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM.
Maka dari sini jelas kelihatan bahwa kedua cara tersebut jelas berbeda jauh. Tidak nyambung. Bahkan serampangan dalam qiyas. Dan bahkan bisa jatuh syirik dalam hal rububiyah Allah.
Allah Azza wa Jalla berfirman :
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah (berbuat syirik), maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” [An-Nisa : 48].
Mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta’ala membimbing kita untuk menjauhi perbuatan-perbuatan syirik dan menjadikan kita sebagai hamba yang mentauhidkan-Nya. sehingga kita mendapatkan surga-Nya yang mulia. Aamiin
Wallahu ta'ala a'lam bish shawab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar