Sabtu, 29 September 2018

Muslim Kok Selfie Di Pohon Natal ??

Muslim Kok Selfie Di Pohon Natal ??
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔
Pohon natal adalah salah satu bagian yang berkaitan dengan hari natal dan perayaan kaum nashrani.
Menjelang perayaan natal seperti sekarang ini, tentulah banyak sekali atribut natal yang dipajang disebagian pusat perbelanjaan, seperti Pohon natal beserta hiasannya dan atribut natal lainnya.
Tentu hal ini membuat banyak yang tertarik dengan pohon natal lengkap dengan hiasan-hiasan dan hadiah di bawahnya yang sering terlihat di pusat perbelanjaan, bahkan juga di film-film atau kartun. Terutama bagi anak-anak.
Begitu pula dengan topi santaclaus dan kereta yang ditarik oleh rusa. Mungkin saja anak-anak muslim juga ada yang ingin dibelikan pohon natal dan segala aksesorisnya, termasuk topi santaclaus.
Tentu inilah tugas orangtuanya beserta orang-orang terdekat anak tersebut untuk memberikan pemahamam yang benar tentang Pohon natal beserta atributnya. Tentunya dengan bahasa yang mudah dimengerti anak seusia mereka. Sebab semua itu adalah tanggung jawab kedua orangtuanya.
Dari Ibnu Umar radhiallahu’anhuma dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam beliau bersabda, "Ketahuilah bahwa masing-masing kamu adalah pemimpin, dan masing-masing bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya. Seorang pemimpin bertanggung jawab terhadap rakyatnya. Pemimpin dalam keluarganya akan bertanggung jawab terhadapnya. Seorang istri pemimpin dalam rumah suami dan anaknya dan dia bertanggung jawab atasnya. Seorang budak pemimpin terhadap harta majikannya dan dia bertanggung jawab terhadapnya. Ketahuilah masing-masing kamu adalah pemimpin dan masing-masing akan diminta pertanggung jawaban terhadap yang dipimpinnya."
(HR. Bukhari, 7138 dan Muslim, 1829)
TAPI yang membuat MIRIS adalah masih ada sebagian dari ummat muslim yang masih berselfie dan groupie ria dipohon natal. Bahkan mereka ikut-ikutan menggunakan topi santaclaus untuk berfoto. Padahal kita ummat muslim dilarang untuk tasyabuh atas perayaan mereka.
Pasti ada yang bilang begini...
"Masa' ga boleh berfoto dipohon natal, toh kita cuma berfoto kok, kan ga ikut ngerayain perayaan natal mereka"
JAWABAN SAYA ...
Ketahuilah saudara/saudariku bahwa kesenangan kalian berfoto di pohon natal secara ga langsung Ikut meramaikan perayaan tersebut. Karena sejatinya ISLAM tidak mengakui Perayaan tersebut.
Tidak dibolehkan menyerupai orang kafir dalam sesuatu dari ibadah, syiar atau tanda mereka. Berdasarkan sabda Nabi sallallahu’alaihi wa sallam, "Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk di dalamnya." (HR. Abu Daud, 4031 dishahihkan oleh Al-Albany dalam Irwaul Gholil, 5/109)
‘Adi bin Hatim pernah berkata bahwa beliau pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan di lehernya terdapat salib dari emas. Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,
يَا عَدِىُّ اطْرَحْ عَنْكَ هَذَا الْوَثَنَ
“Wahai ‘Adi buang berhala yang ada di lehermu.” (HR. Tirmidzi no. 3095, hasan menurut Syaikh Al Albani)
Kita tahu bahwa ‘Adi bin Hatim dulunya adalah Nashrani, sehingga masih ada bekas-bekas agamanya yang dulu. Wajar ketika itu beliau masih menggunakan salib. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suruh melepas simbol agama Nashrani tersebut. Tentu hal yang sama akan diberlakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika melihat ummat muslim mengenakan simbol Nashrani berupa topi santaclaus. Apalagi berfoto ria didekat pohon natal. Karena kita umat Islam pun setuju, itu bukan simbol perayaan kita.
DAN ingat juga saudara/saudariku hendaknya kita berhati-hati men-share foto kita ataupun keluarga kita atau anak kita di sosial media, karena penyakit ‘ain bisa terjadi melalui foto. Meski tidak pasti setiap foto yang di-share terkena ‘ain tetapi lebih baik kita berhati-hati, karena siapa saja bisa melihat foto yang kita share di media sosial.
Penyakit ‘ain adalah penyakit baik pada badan maupun jiwa yang disebabkan oleh pandangan mata orang yang dengki ataupun takjub/kagum.
Marilah kita jaga dan selamatkan diri beserta keluarga kita dari hal-hal yang bisa merusak aqidah dalam beragama.
Barakallahu fiikum
_________
✍ Yuni

Tidak ada komentar: