Sabtu, 29 September 2018

Yang Pentingkan Baik, Kenapa kalian Yang Ribut ??

Yang Pentingkan Baik, Kenapa kalian Yang Ribut ??
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔
Sering kita membaca komentar seperti itu saat kita menyampaikan mana yang sesuai sunnah dan mana yang bid'ah.
Karena mereka merasa apa yang mereka perbuat dalam agama ini adalah sesuatu yang baik.
Kalau sudah berurusan dengan perasaan kadang sulit untuk ditinggalkan. Sebab perasaan biasanya didahulukan daripada perkara yang sebenarnya. Apalagi jika perasaan tersebut berhubungan dengan agama.
Hakekatnya bahwa agama bukanlah perasaan, hawa nafsu dan akal-akalan semata. Agama adalah wahyu dan petunjuk yang datang dari Sang Pencipta Alam Semesta ini yaitu Allah Azza wa Jalla.
Allah Azza wa Jalla berfirman :
“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu”.(QS. Al-Ma’idah : 48)
Dan ini menunjukkan bahwa seseorang dalam beragama hendaknya tidak mengikuti keinginan dan perasaan manusia, tapi mengikuti wahyu dari Allah Azza wa Jalla dan petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Tak dipungkiri ada sebagian kaum muslimin yang suka membuat  ajaran baru alias bid’ah dalam agama.
Adapun bid’ah dalam perkara agama dimana ga pernah diajarkan dan dicontohkan oleh Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, maka semuanya adalah tertolak walaupun kita menganggapnya baik menurut akal dan perasaan kita
Mereka menganggap baik apa yang mereka buat. Misalnya saja :
Perayaan maulid Nabi dimana mereka berkata bahwa hal ini baik baik sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam.
Tahlilan mereka berkata bahwa itu baik karena dalam acara tahlilan mendoakan si mayit.
Itu adalah hal baru dalam agama yang ga ada contohnya dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Mereka berkata itu baik...
Masalahnya itu baik menurut siapa? menurut Allah beserta Rasul-Nya ataukah menurut ustadz/kyiai atau menurut siapa ??
Ini kan hanya perasaan saja, belum tentu benar secara syariat.
Karena hukum asal ibadah itu haram sampai ada dalil yang memerintahkan sedangkan hukum asal perkara adalah mubah sampai ada dalil yang melarang. Sebab agama islam ini agama berdasarkan dalil. Bukan berdasarkan persangkaan baik semata.
Ada hadits yang berbunyi :
“Barangsiapa yang mengadakan suatu perkara (baru) dalam urusan (agama) kami ini yang bukan termasuk darinya, maka perkara itu tertolak”.
[HR. Bukhari dalam Shahih-nya (2697) dan Muslim dalam Shahih-nya (1718)]
“Wasapadalah kalian terhadap perkara yang diada-adakan, karena semua perkara yang diada-adakan adalah bid’ah dan semua bid’ah adalah sesat”.
[HR. Abu Dawud (4609). Di shahihkan oleh Albani dalam Ash-Shohihah (2735)]
Jadikanlah Al Qur’an dan Sunnah sebagai pegangan hidup. Jangan mengutamakan perasaan, akal, dan sangkaan apabila tidak sesuai Al Qur'an dan Sunnah.
Semoga Allah Ta’ala senantiasa melimpahkan taufik-Nya kepada kita semua untuk dapat meraih semua kebaikan dan kemuliaan yang dijanjikan-Nya di dunia dan di akhirat kelak, sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Dekat, dan Maha Mengabulkan do’a.
Akhirul kalam
Barakallahu fiik
__________________
✒ Uray Sriwahyuni
--------------------------------

Tidak ada komentar: