Kamis, 23 Mei 2019

JANGAN LEPAS HIJABMU UKHTI
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Banyak hal yang aku dapat darimu ukhti. Banyak pembelajaran yang kau berikan kepadaku. Kau memberitahu kepadaku bahwa menutup aurat hukumnya wajib.

Dulu kau yang tak bosannya memperkenalkan padaku, betapa indah dan nikmatnya islam itu.

Kau selalu menjelaskan padaku, bagaimana semestinya seorang wanita bersikap.

Kau yang mengajarkanku bagaimana berkata dan berucap santun sebagai seorang muslimah.

Kau tidak memandangku sebelah mata, meskipun saat itu penampilanku bertolak-belakang denganmu.

Tutur katamu yang santun membuat hatiku trenyuh. Terlebih ketika di suatu malam sunyi, aku mendengar lembut suaramu saat melantunkan ayat suci. Betapa indah dan damainya. Sehingga lambat laun, aku mengikuti jejakmu.

Kukenakan penutup kepala dan kubalut tubuhku dengan pakaian muslimah. Saat pertama kau tahu aku berhijrah, senyummu tersungging lebih lebar dari biasanya. Matamu berbinar saat menatapku. Dan saat itu kau mengucap kalimat, Ma syaa Allah.....

Berselang sehari kemudian kau memberikan bungkusan kecil kepadaku. Dan ada secarik kertas dibungkusan tersebut. Selanjutnya kubaca isinya yang berbunyi “Barakallah ukhti, semoga istiqamah.” Kuaamiinkan berkali-kali. 

Betapa haru menyeruak dalam dadaku saat itu. berlinang airmata. Kudoakan agar kau pun selalu istiqamah di jalan Allah, hingga maut menjemput.

Namun.... Beberapa tahun berselang, kenyataan justru berkata lain. Kau yang biasanya terbalut hijab panjangmu, kini menanggalkannya. Dengan riang kau membiarkan mahkotamu dilihat oleh semua mata. Kau lepaskan pelindungmu dan kau ganti dengan warna-warni duniamu yang baru.

Tahukah kau, betapa terkejutnya aku dengan hal itu? Betapa hatiku hancur melihat penampilanmu kini, hingga aku kembali meneteskan airmata saat menatap foto terbarumu. Namun kali ini, bukan keharuan yang menyeruak, melainkan kesedihan yang menesak dalam dada. Karena sebagai sahabat, aku tak bisa membantumu mempertahankan hijabmu. 

Ukhti... Aku memang tak punya hak apapun atas dirimu dan penampilanmu. Aku hanya orang yang menyayangimu sebagai sahabat dan saudara sesama muslim.

Tapi kumohon, kembalilah... Jangan kau turuti apa yang semestinya kau jauhi

Jangan kau menjauh dari Allah tempat semestinya kau menghambakan diri Aku hanya bisa mendoakanmu agar kau segera kembali menggunakan hijabmu.

Maka dari itu kumohon, Jangan lepas hijabmu, ukhti ... 

 ______________
Uray Sriwahyuni

Tidak ada komentar: