TA'AT ULIL AMRI KALAU 'DIBERI'...
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔
Syaikh 'Abdus Salam bin Barjas Alu 'Abdul Karim rahimahullaah berkata:
"Sungguh, kebanyakan manusia mencela para penguasa dan bermaksiat kepada mereka: dikarenakan urusan dunia; yang kalau mereka diberi; maka mereka akan ridho, dan jika tidak diberi; maka mereka murka.
Dan barangsiapa yang keadaannya seperti ini; maka kesalahannya lebih berat, karena dia telah menggabungkan berbagai macam musibah, dan membawa dosa yang besar.
Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
ثَلَاثة لَا يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ، وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ: ... وَرَجُلٌ بَايَعَ إِمَامًا لَا يُبَايِعُهُ إِلَّا لِدُنْيَا فَإِنْ أَعْطَاهُ مِنْهَا وَفَى، وَإِنْ لَمْ يُعْطِهِ مِنْهَا لَمْ يَفِ
"Ada tiga golongan yang Allah tidak akan mengajak bicara mereka pada hari kiamat, tidak melihat kepada mereka, dan tidak mensucikan mereka, dan mereka mendapat adzab yang pedih... (di antaranya): Seorang yang membai'at imam hanya karena dunia; jika imam itu memberikan dunia kepadanya; maka orang itu akan memenuhi bai'atnya, dan jika imam tersebut tidak memberikan bagian duniawi kepadanya; maka orang itu tidak akan memenuhi bai'atnya."
Syaikhul Islam rahimahullahu ta'aalaa berkata [Majmuu' Fataawaa (XXXV/16-17)]:
"Maka keta'atan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah wajib atas setiap orang, dan juga keta'atan kepada Ulil Amri adalah wajib; dikarenakan perintah Allah untuk menta'ati mereka.
Maka barangsiapa yang ta'at pada Allah dan Rasul-Nya dalam menta'ati Ulil Amri; maka pahalanya adalah Allah yang memberi.
Dan barangsiapa yang tidak menta'ati mereka kecuali kalau dia mendapatkan bagian kekuasaan dan harta dimana kalau para penguasa memberi: baru dia ta'at, dan jika tidak diberi: maka dia bermaksiat; maka di akhirat orang semacam ini tidak mendapatkan bagian apapun."
____________________________________________
diterjemahkan oleh: Ahmad Hendrix, dari Kitab "Mu'aamalatul Hukkaam" (hlm. 160-161- cet. VI)-
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=386309938376555&id=100009926563522
Tidak ada komentar:
Posting Komentar