Selasa, 21 Agustus 2018

SALAFI TIDAK MAU TOLERANSI ?
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔

🔏 Oleh : Uray Sriwahyuni


Bismillah


Ada yang bilang bahwa :

"SALAFI TIDAK MAU TOLERANSI DENGAN KELOMPOK LAIN"

"SALAFI TIDAK MAU MENGHARGAI PENDAPAT DILUAR KELOMPOK MEREKA"

➖➖➖➖➖

KITA JAWAB :

Pertama bahwa salafi bukanlah kelompok.

Kedua ; Fahami dulu apa arti toleransi hai saudaraku.  Toleransi adalah suatu sikap saling menghormati dan menghargai antarkelompok atau antarindividu dalam masyarakat atau dalam lingkup lainnya. Sikap toleransi menghindarkan terjadinya diskriminasi, walaupun banyak terdapat kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu kelompok masyarakat.

Contoh sikap toleransi secara umum antara lain menghargai pendapat dan/atau pemikiran orang lain yang berbeda dengan kita, serta saling tolong-menolong untuk kemanusiaan tanpa memandang suku/ras/agama/kepercayaannya.

Kalau makna toleransi ini dibawa pada tempat yang salah  maka akan fatal akibatnya. 

Misalnya soal Tahlilan atau Maulidan. Salafi akan mengatakan dengan tegas bahwa tahlilan ataupun maulidan termasuk perkara bid'ah dalam agama. Sebab hal tersebut tidak ada tuntunan dari Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam.

Misalnya lagi Tawassul yang tidak ada dalilnya seperti: tawassul dengan orang yang telah meninggal dunia. Padahal tawassul dengan orang yang telah meninggal  tidak ada tuntunannya dari salaf.

Itu cuma beberapa contoh perbuatan yang kita tidak boleh toleransi terhadap hal tersebut. Kalau perbuatan tersebut salah dan tidak ada dasarnya dalam agama islam maka wajib kita menyampaikannya. Agar kaum muslimin yang awwam tahu bahwa hal tersebut termasuk bid'ah dalam beragama. 

Kita tidak boleh toleransi pada hal yang salah. Tidak ada toleransi pada penyimpangan dan amalan bid'ah. Karena bid'ah merusak persatuan ummat dan merusak agama.

Jika mereka masih berfikiran bahwa kaum muslimin itu harus saling toleransi, memaklumi dengan kesalahan kelompok lain maka makin banyak yang binggung. Mungkin akan hidup dalam kebingungan. Karena yang awwam akan bertanya-tanya siapa sih yang paling benar? Kami harus bermajelis dengan kelompok yang mana ?

Maka dari itulah kita sesama kaum muslimin harus saling menasehati. Sebab Ahlussunnah sangat menjunjung tinggi nasehat- menasehati sesama kaum muslimin.

Ketika Ahlussunnah menasehati atau mengatakan menyimpang pada amalan suatu kelompok, itu tak lain dalam rangka memperbaiki dan memperingatkan  ummat agar tidak tersesat. Dan menjaga keutuhan agama islam. Tentunya semua itu dilakukan dengan ilmiah. 

Kalau anda mengaku Ahlusunnah maka ketahuilah bahwa Aslusunnah itu harus berani mengkritik dan siap dikritik. Ahlusunnah itu harus berani menasehati dan siap dinasehati. Tapi yang mengkritik dan menasehati haruslah hujjahnya berada diatas kebenaran menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah. 




Tidak ada komentar: