Selasa, 21 Agustus 2018

Saya ga betah ngaji dengan teman-teman salafi

"SAYA GA BETAH NGAJI DENGAN TEMAN-TEMAN SALAFI"
(katanya)
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔

🔏 Oleh : Uray Sriwahyuni


Bismillah..


Ada yang berkata :

"Saya ga betah ngaji dengan teman-teman salafi karena sering banget kalau ngomong kata-katanya kasar, sikit-sikit bid'ah. Seakan-akan orang lain ga berhak atas surga"

➖➖➖➖➖➖➖➖

KITA JAWAB :

Itu perasaan anda saja saudaraku karena anda belum memahami manhaj salaf dengan benar.

Atau mungkin anda termasuk orang yang memiliki keyakinan menyimpang dari Islam yang lurus sehingga hati anda panas ketika mendengar saudara anda menyampaikan hal yang tidak ada tuntunan dari Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam. Sehingga anda takut kepada kebenaran.

Bahkan banyak amalan yang sering kita lakukan ternyata bertentangan dengan madzhab yang kita ikuti. Katanya mengaku mengikuti madzab syafi'i ? Tapi apa yang dilakukan malah bertentangan dengan fatwa ulama besar syafi'iyyah.

Tolok ukur kebenaran hanyalah Al-Qur'an dan Sunnah yang difahami oleh ulama-ulama terdahulu. 

Dan menyampaikan kebenaran, meluruskan dan menasehati saudara kita yang keliru dalam suatu amalan yang ga ada dasarnya dalam syari'at adalah suatu kewajiban bagi mereka yang sudah mengetahui ilmunya. 

Keluarga dan orang-orang terdekat yang ada disekitarnyalah yang lebih utama mereka sampaikan. Namun dengan hikmah dan harus ilmiah. Ilmiah itu berbicara pada pokok pembicaraannya bukan pada tata cara (ushlub) dalam berdakwah, harus anda fahami perkara ini wahai saudaraku.

Tuntutlah diri kita untuk berjalan bersama Jama'ah yang disebutkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan istilah sawadul a’zham. Dan berusahalah untuk meninggalkan bid'ah dan kesyirikan dalam beragama. 

Perbanyaklah berdoa, memohon petunjuk kepada Allah subhanahu wa ta'ala agar kita diberi hidayah taufik.

Wahai saudaraku...Jangan menilai orang lain yang menyampaikan perkara bid'ah itu kita sikapi dengan perasaan dan hawa nafsu kita, tapi nilailah ucapan orang lain atau faham orang lain dengan dalil-dalil yang shahih. Yang sesuai Al-Qur'an dan Sunnah.


Ketahuilah bahwa...

Yang bisa meyatukan ummat islam adalah kembali ke Al-Qur'an dan sunnah. 

Dan yang MERUSAK persatuan adalah BID'AH

Semoga ada yang tersinggung bahwa bid'ah memecah belah persatuan

Hadaanallah

Wallahu ta'ala a'lam bish shawab

Tidak ada komentar: