AKHIRNYA AKU TOBAT DAN KELUAR DARI GOLONGAN SALAFI
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔
🔏 Oleh : Uray Sriwahyuni
Bismillah...
Ada sebuah tulisan yang pernah saya baca dengan judul :
"Akhirnya Aku Tobat Dan Keluar Dari Golongan Salafi".
Begitulah judul dari sebuah tulisan yang saya anggap si penulis tersebut belum faham apa yang dimaksud dengan salafi.
Padahal salafi bukanlah nama kelompok/golongan, sekte atau aliran yg membatasi diri. Ga ada pendaftaran anggota kalau mau jadi salafi, ga ada pengurus daerah salafi, pengurus cabang salafi, kartu anggota salafi. Itu semua ga ada.
Pembatas salafi atau bukan, tidak lain hanyalah Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman para sahabat.
Bisa jadi seseorang itu seorang salafi jika dia mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman para sahabat. Bahkan manhaj salaf pada hakekatnya adalah Islam itu sendiri. Dan setiap muslim adalah salafi bila mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman para sahabat.
Dan penamaan salafi adalah bentuk penyandaran kepada salaf. Bukan penyandaran yang diada-adakan sebagai madzhab baru atau termasuk bid'ah dalam beragama.
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam saja berkata bahwa diri beliau adalah salaf dan sebaik-baik salaf.
”Sesungguhnya sebaik-baik salaf adalah aku.”
(HR. Muslim [2450/98]).
Jadi pemahaman yang kita ikuti harus sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman para sahabat dan para pengikut setia mereka, ga lebih dari itu.
Kalau sudah begitu jelas bahwa salafi berusaha mengikuti pemahaman yang sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan pemahaman para sahabat, LANTAS mengapa harus TOBAT dari salafi ?
Memangnya mau mengikuti pemahaman siapa dan pemahaman yang seperti apa selain pemahaman para sahabat yang sesuai Al-Qur'an dan sunnah ?
Karena itulah kita mengikuti pemahaman mereka dalam beragama. Sehingga berbagai macam bid’ah, perpecahan dan kesesatan dapat dijauhi. Karena berbagai bid’ah, perpecahan, dan kesesatan itu berawal dari menyelisihi pemahaman Salafush shalih.
Ingat juga bahwa SALAFI bukanlah sekedar PENGAKUAN semata, tetapi harus dibuktikan dengan beraqidah, berakhlak, beragama (bermanhaj), dan beribadah sebagaimana yang dilakukan salafush sholih.
Semoga Allah Ta’ala senantiasa menunjukkan kita kepada jalan yang lurus, bukan jalannya orang-orang yang dimurkai dan orang-orang tersesat. Aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar