Saya Penonton Rodja TV.
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔
🔏 Oleh : Uray Sriwahyuni
Bismillah...
Hingga saat ini tuduhan terhadap rodja belum berhenti. Bukan hanya dari yang KONTRA terhadap rodja tv. Dari yang PRO terhadap dakwah Salafiyah pun beranggapan bahwa rodja tv tak boleh di tonton.
Mereka mentahdzir dan menghukumi para ustadz yang berdakwah dengan ikhlas mendakwahkan dakwah salaf melalui tv rodja mereka sebut sebagai hizbiyin. Bahkan GEROMBOLAN TUKANG TAHDZIR tersebut menyebut para ustadz di rodja sebagai sururi.
Padahal sifat-sifat sururi tidak ada pada para ustadz tersebut.
Gerombolan tukang tahdzir tersebut saking larutnya dalam lautan tahdzir-mentahdzir saudaranya sesama salafiyin, membuat mereka buta mata hatinya, membuat akal sehatnya ga bisa memahami apa itu hizbiyin.
Padahal tanpa mereka sadari, mereka sendirilah yang tercebur ke dalam jerat-jerat hizbiyah, dan merasa berat untuk bertaubat dari ketergelincirannya mentahdzir sesama Ahlussunnah.
Sampai saat ini saya ga pernah menemukan bukti bahwa radio rodja maupun rodja tv mengajak pada sururiyah dan hizbiyah. Lalu apa yang mau dibantah dari rodja ?
Namun kenyataanya adalah justru ajakan hizbiyah berasal dari yang mengatakan “JANGAN DENGARKAN RADIO RODJA", "JANGAN NONTON TV RODJA".
Gerombolan tukang tahdzir itu adalah tukang fitnah, pengadu domba ,pemecah belah dakwah Ahlussunnah di Indonesia.
Ingatlah bahwa perkataan yang kita katakan pasti akan dimintai pertanggung jawaban diakhirat nantinya. Bahkan menyakiti hati orang-orang mukmin dan nukminat tanpa kesalahan yang mereka peebuat ternasuk kebohongan dan dosa.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya".
(al-Israa : 36)
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :
"Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mumin dan muminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata".
(al-Ahzab :58)
Marilah kita bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta'ala, sehingga lisan-lisan kita selalu terjaga.
Wallahu ta'ala a'lam bish shawab

Tidak ada komentar:
Posting Komentar