Sabtu, 29 September 2018

Antara Ahlusunnah Wal jama'ah Dan Ahlul Bid'ah Berjama'ah






Antara Ahlusunnah Wal jama'ah Dan Ahlul Bid'ah Berjama'ah
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔

🔏 Oleh : Uray Sriwahyuni


Bismillah...

Ahlussunnah wal Jama’ah adalah mereka yang menempuh seperti apa yang pernah ditempuh oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya radhiyallahu anhum.

Mereka mempunyai sifat dan karakter mengikuti Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menjauhi perkara bid’ah dalam agama.

Ahlussunnah wal jama’ah itu adalah golongan yang selamat yang disebutkan dalam sebuah hadist :

Dari Anas bin Malik, ia berkata:
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya Bani Israil terpecah menjadi 71 (tujuh puluh satu) golongan, dan sesungguhnya ummatku akan terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan, yang semuanya berada di Neraka, kecuali satu golongan, yakni “al-Jama’ah.”
(Hadits ini dishahih-kan oleh Syaikh Albany dalam shahih Ibnu Majah no. 3227.)


Maka dari itu istilah ahlusunnah diperebutkan.

Banyak yang mengaku bahwa dia berjalan diatas pemahaman ajaran Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat. Mengklaim amalan ibadah sudah sesuai pemahaman para salafus shaleh dalam beragama.

Tapi kenyataannya amalan ibadah yang mereka lakukan sungguh tidak sesuai dengan amalan para salafus shaleh dalam beragama.

Contoh yang cukup banyak dilakukan oleh sebagian masyarakat kita yang mengaku ahlusunnah wal jama'ah yaitu seperti

🔴 TAHLILAN
🔴 YASINAN
🔴 MAULIDAN
🔴 Dan contoh amaliyah lainnya yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam maupun sahabat radiyallahu 'anhum.

Apa yang saya sebutkan diatas (Tahlilan, yasinan, maulidan) bukanlah SUNNAH Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam maupun sahabat. Bahkan itu adalah termasuk bid'ah dalam agama.

Ingatlah bahwa Ahlussunnah itu berpegang teguh terhadap sunnah Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam.

Ahlusunnah wal jama'ah tidak suka membuat-buat amalan baru dalam agama.

Berbeda dengan yang lain yang beragama dengan berdasar pada AKAL SEMATA, PERASAAN BAIK, TA QLID atau SEKEDAR IKUT-IKUTAN SAJA

Metode beragama Ahlussunnah itu merujuk pada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman para sahabat.

Ahlussunnah ga dibatasi hanya dengan suatu kelompok atau organisasi tertentu, misalnya :
Ahlussunnah adalah organisasi A atau Ahlussunnah adalah Ormas B. Atau misalnya ada yang bilang bahwa Ahlussunnah adalah yang masuk dalam Muktamar Internasional Di Chechnya Rusia waktu itu. Atau ada juga yang bilang kalau ahlussunnah itu yang pakaiannya berpakaian gamis, berjenggot panjang, celananya isbal. Dan banyak lagi yang lain. Bukanlah seperti itu membatasi ahlusunnah. Harus dilihat dari aqidah dan manhajnya.

Ahlussunnah itu menyibukkan diri dengan menerapkan sunnah dalam setiap aspek kehidupannya. Bukan menerapkan amalan bid'ah.

Kalau MENGAKU Ahlussunnah MAKA janganlah sibuk melakukan bid’ah dan hal-hal yang bertentangan dengan sunnah. Mensyi'arkan kebid'ahannya secara berjama'ah. Diikuti oleh banyak orang. Karena Ahlusunnah tidak sibuk dengan amalan bid'ah.


Allah Ta’ala berfirman yang artinya

”Sesungguhnya Rabb-mu lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia juga lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk”.
(An Najm: 30).


Kalau yang mengaku Ahlusunnah tapi masih suka berbuat amalan bid'ah maka ini merujuk pada ajaran siapa?

Adakah ajaran yang lebih benar dari Al-Qur’an dan Sunnah ??

Semoga Allah Ta’ala senantiasa menunjukkan kita kepada jalan yang lurus, bukan jalannya orang-orang yang dimurkai dan orang-orang tersesat. Aamiin


Tidak ada komentar: