Sabtu, 29 September 2018

BROADCAST BID'AH DO'A AWAL DAN AKHIR TAHUN



BROADCAST BID'AH DO'A AWAL DAN AKHIR TAHUN
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔

🔏 Oleh : Uray Sriwahyuni

Bismillah...

Tadi dapat broadcast yang dimana saat akan mendekati bulan muharram pasti banyak beredar yang bunyinya seperti ini :

👇👇👇👇👇👇

Besok hari Senin merupakan akhir bulan Dzul Hijjah (akhir tahun 1439 H), jangan lupa membaca "Doa Akhir Tahun" seusai shalat Ashar. Kemudian ba'da maghribnya (malam selasa adalah malam 1 Muharram (tahun baru Islam 1440 H), jangan lupa membaca "Doa Awal Tahun".

Syekh Ibnu Qudamah Al-Maqdisy, salah seorang ulama besar yang ikut meriwayatkan "doa awal tahun" menuturkan, “Guru-guruku tidak pernah luput berwasiat untuk selalu membaca doa tersebut. Dan aku belum pernah melewatkan doa itu sepanjang hidupku.”

Bacaan Doa Akhir Tahun 3 kali :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ.
 وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي السَّنَةِ الْمَاضِيَةِ وَلَمْ تَرْضَهُ ، وَنَسِيْتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ ، وَحَلُمْتَ عَنِّيْ مَعَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ ، وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَاءَتِيْ عَلَيْكَ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْ لِيْ اَللَّهُمَّ وَمَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ وَالْغُفْرَانَ فَتَقَبَّلْهُ مِنِّيْ ، وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَز
وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ .

Bacaan Doa Awal Tahun
Sebelum membaca doa awal tahun, sebaiknya membaca ayat kursi sebanyak 360/121/100/77/ 41/21/11 kali (semampunya) dengan basmalah di setiap permulaannya. Kemudian membaca doa berikut sebanyak salah satu angka tersebut semampunya :

اللّهُمَّ يَا مُحَوِّلَ الأَحْوَالِ حَوِّلْ حَالِيْ إِلَى أَحْسَنِ الأَحْوَالِ بِحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ يَا عَزِيْزُ يَا مُتَعَال، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم .

Dan dilanjutkan dengan doa awal tahun 3X :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تَمْلَأُ خَزَائِنَ اللهِ نُوْرًا ، وَتَكُوْنُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ فَرَجًا وَفَرْحًا وَسُرُوْرًا ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. اَللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ الْأَوَّلُ ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ الْعَمِيْمِ الْمُعَوَّلِ ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ ، أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ ، وَالْاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Maka setan akan berkata, “Orang yang membaca doa ini telah meminta perlindungan kepada Allah sepanjang sisa umurnya. Dan dua malaikat telah dipercaya untuk menjaganya dari aku dan para pengikutku."

SEMOGA BERMANFAAT !!!

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Kita Jawab : 👇👇

Do'a awal tahun dan akhir tahun seperti diatas ga ada dalil yang shahih bahwa itu diajarkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan juga dari para sahabatnya, begitu pula dari para tabi’in. Ga disebutkan tuntunannya baik dari Al-Qur'an maupun dari As-Sunnah, bahkan ulama 4 madzhab pun ga ada yang mengajarkan do'a awal tahun dan akhir tahun.

Jika amalan do'a tersebut termasuk kebaikan bagi ummat muslim dan ada ganjaran pahalanya ketika memang dituntunkan dari Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam maka niscaya para sahabat radiyallahu 'anhum lebih dahulu mengamalkannya dan merekalah orang-orang di baris terdepan dalam mengamalkan dan mendakwahkannya. Tapi nyatanya tidak ada atsar yang sampai pada kita terkait do'a awal tahun dan akhir tahun seperti diatas.

Do'a adalah termasuk ibadah. Dan ibadah bersifat tauqifiyah. Apalagi ditentukan membacanya do'a ini dan dibaca sekian kali, maka ini ga ada tuntunannya.

Kaidah kita adalah : Al-Ashlu fil Ibadah at-Tauqif  (Hukum asal dalam ibadah itu tawaquf / tidak dilakukan sampai ada dalilnya).

"Barangsiapa melakukan suatu amalan, yang tidak ada contoh sebelumnya dari kami, maka amalan tersebut tertolak."
(HR. Muslim, no. 1718 )

Wallahu ta'ala a'lam bish shawab



Tidak ada komentar: