↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔
🔏 Oleh : Uray Sriwahyuni
Bismillah...
Bulan Muharram termasuk salah satu dari empat Bulan Haram. Muharram adalah bulan Allah yang sangat agung.
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.”
(QS. At-Taubah : 36)
Keempat bulan itu adalah :
Muharram, Rajab, Dzulqo’dah, dan Dzulhijjah
Keangungan bulan muharram bertambah mulia dengan penyandaran bulan ini kepada Allah. Nabi menyebutkan bulan Muharram dengan nama Syahrulloh (bulan Allah).
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
“Puasa yang paling afdhal setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada Syahrulloh al-Muharram.” (HR.Muslim: 1163)
Sebenarnya berkaitan bulan muharram itu ga ada perayaan khusus kecuali jika sudah ada dalilnya.
Pergantian bulan juga ga ada ibadah khusus, kecuali bila ada dalil dari Al-Qur’an dan sunnah.
Bahkan pergantian tahun pun ga ada ibadah khusus yang memerintahkannya dari Al-Qur'an dan sunnah.
Oleh karena itu, bila ada yang merayakan tahun baru islam atau dikenal dengan perayaan satu muharram maka perlu ditanyakan, siapa yang menyuruhnya ??
Perayaan satu muharram tidak pernah dicontohkan oleh para sahabat radhiyallahu ‘anhum. Jangan sampai kita mengikuti dan menyerupai kebiasaan orang kafir yaitu Tahun Baru Masehi dimana mereka orang-orang kafir menjadikannya sebagai hari besar agama mereka.
Syari’at Islam menetapkan bahwa hari besar ummat islam hanya ada dua yaitu Idul Fithri dan Idul Adha.
Karena itulah kita sebagai ummat islam hendaknya meninggalkan kebiasaan memperingati perayaan tahun baru islam atau perayaan satu muharram. Karena memang perayaan satu muharram tidak ada tuntunannya dalam islam.
Yuk mari kita memperingati perayaan-perayaan yang sudah dituntunkan nabi shalallahu 'alaihi wa sallam yaitu idul fithri dan idul adha. Jangan kita tambah lagi perayaan yang tidak ada asalnya dari beliau shalallahu 'alaihi wa sallam.
Wallahu ta'ala a'lam bish shawab

Tidak ada komentar:
Posting Komentar