Jangan Kasi Kendor Untuk Bid'ah
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔
🔏 Oleh : Uray Sriwahyuni
Bismillah..
Sudah seharusnya kita menjauhi apapun bentuknya bid'ah dalam beragama. Karena bid'ah bisa menimbulkan efek buruk bagi pelakunya,
Efek buruk bagi pelaku bid'ah adalah :
1). Amalan bid'ahnya tertolak.
2). Pelaku bid’ah terhalangi untuk bertaubat selama masih melakukan perkara bid'ah.
3). Pelaku bid’ah ga akan mendapatkan minum dari telaga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
4). Pelaku bid’ah akan mendapatkan dosa jariyah atas perbuatan bid'ahnya jika diikuti oleh orang lain.
Itulah mengapa Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat membahas bid'ah dan mewanti-wanti dari bid'ah. Para ulama dari dahulu hingga sekarang, apapun madzhabnya membahas bid'ah dan mewanti-wanti dari bid'ah
Namun anehnya para pelaku bid'ah menganggap baik terhadap bid’ah. Padahal syari'at islam telah sempurna.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :
“Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhoi islam sebagai agamamu.”
(QS. Al-Maidah: 3)
Karena bid'ah termasuk pelanggaran dalam beragama. Makanya bid'ah harus terus dibongkar. Jangan dikasi kendor jika berurusan dengan perkara bid'ah. Membongkar amalan bid'ah bukanlah memecah persatuan umat dan memperuncing perselisihan.
Sungguh aneh bila seseorang yang berusaha meluruskan kesalahan sekelompok kaum muslimin atau jama’ah yang melakukan amalan bid'ah, lalu dianggapnya sebagai penyebar fitnah, pemecah persatuan dan persaudaraan Islam. Bahkan mereka sampai menjuluki dengan julukan ANTEK AMERIKA, ANTEK YAHUDI, SALAFI WAHABI SESAT, MAZDHAB BARU, AJARAN BARU, AJARAN SESAT dan sebagainya.
Layak dan pantaskah tuduhan ini dialamatkan kepada orang yang mengingatkan kekeliruan dalam beragama dan yang selalu mendakwahkan tauhid berdasar Al-Qur'an dan sunnah ? Sungguh sangat ga pantas
Bahkan pada zaman Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, kaum musyrikin telah menggelari beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan berbagai julukan. Sebagian mereka menggelarinya sebagai tukang sihir, dukun, orang gila, pendusta. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat jauh dan suci dari aib-aib tersebut.
Kalau berbeda pendapat antara ulama ahlusunnah, iya ga apa-apa kita biarkan saja.
Tapi kalau berbedanya dengan ajaran Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam maka wajib dijelaskan agar kaum muslimin ga sampai terjerumus dalam menyelisihi ajaran Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam.
Berbeda dengan ajaran Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam akan membawa kepada keburukan, bukan membawa kepada kebaikan, pelakunya akan diancam oleh Allah, bahkan akan diusir dari telaga Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam.
Itulah makanya kita selalu mengatakan TINGGALKAN BID'AH. Beribadahlah sesuai tuntunan dari Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam. Ada dalil dikerjakan. Ga ada dalil jangan dikerjakan.
Kalau dah faham dampak buruk dari bid'ah maka JANGAN KASI KENDOR untuk diri kita, keluarga kita, sahabat kita untuk membuka celah melakukan bid'ah. Sebab bid'ah itu semuanya sesat. Dan kesesatan tempatnya dineraka.
Ga ada yang namanya bid'ah hasanah dalam syari'at. Semua bid'ah dalam syari'at adalah dholalah.
Teruslah dakwahkan dan sampaikan mana sunnah, mana bid'ah, mana tauhid dan mana syirik.
JANGAN KASI KENDOR ahlul bid'ah untuk menebar syubhat bid'ahnya kepada saudara-saudara kita yang masih awwam soal bid'ah.
Semoga Allah subhanahu wa ta'ala selalu memberikan ilmu yang bermanfaat dan menjadikan amalan kita diterima di sisi-Nya.
Semoga Allah subhanahu wa ta'ala senantiasa menunjukkan kita kepada jalan yang lurus, yaitu jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang diberikan nikmat, bukan jalannya orang-orang yang dimurkai dan orang-orang tersesat.
Aamiin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar