Sabtu, 29 September 2018

LISAN YANG TERGELINCIR





LISAN YANG TERGELINCIR
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔

🔏 Oleh : Uray Sriwahyuni

Bismillah...

Lisan adalah salah satu organ tubuh manusia yang sangat vital untuk berkomunikasi dengan orang lain. Orang bercakap-cakap dengan lisan. Orang bertanya dengan lisan. Orang berdakwah dengan lisan. Orang curhat, mengeluh, mengumpat, dan mencela dengan lisan. Orang terpuji atau tercela karena lisan. 

Pepatah Arab menyatakan :

"Salamatul insan fi hifzhillisan " 
(Keselamatan seseorang terletak pada penjagaan lisannya).

Kalau pribahasa Indonesia menyatakan kira-kira bunyinya kayak begini :

 “Mulutmu harimaumu.”


Muslim itu harus selalu berusaha berhati-hati dalam perkataan dan ingatlah firman Allah subhanahu wa ta'ala :

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya."
(QS. Al-Isra:36)


Menjaga lisan semakin perlu di tempat-tempat pergaulan yang berpeluang timbulnya tuduhan dan fitnah. 

Maka dari itu..

“Hati-hatilah, jangan sampai lidahmu yang menebas lehermu sendiri”

“Jagalah lisanmu jangan sampai berkata yang menjadikanmu celaka, karena dikhawatirkan bala itu dititipkan pada ucapan“.

"Sebaik-baik perangai pun bisa dilihat dari lisan”.


Marilah kita berusaha menjaga lisan agar tidak tergelincir kepada pembicaraan yang tidak bermanfaat. 

Perkataan baik itu adalah hidayah dan pertolongan dari Allah subhanahu wa ta’ala. 


Luka yang disebabkan oleh lisan lebih sulit disembuhkan daripada luka yang disebabkan oleh pedang. Janganlah engkau berbicara tanpa akal.

Sebaik-baik ucapan ialah yang benar dan bermanfaat bagi pendengarnya. Seseorang mati disebabkan tergelincir lidahnya, bukan karena tergelincir kakinya.


Semoga kita termasuk orang yang bisa menjaga lisan dari ketergelinciran lisan. Aamiin

Tidak ada komentar: