Sabtu, 29 September 2018

SALAFI TIDAKLAH MA'SHUM




SALAFI TIDAKLAH MA'SHUM
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔

🔏 Oleh : Uray Sriwahyuni

📌 Muraja'ah Oleh : @abinyasalma 


Bismillah...

Manhaj salaf itu satu-satunya manhaj yang diakui kebenarannya oleh Allah tabaroka wa ta'ala dan Rasul-Nya.  Karena manhaj salaf adalah manhaj yang paling benar. 

Manhaj salaf adalah manhaj yang ma'shum. Karena manhaj salaf ini dibawa oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam. 

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat telah dijamin masuk surga dan berjalan dijalan yang lurus yang Allah tabaroka wa ta'ala ridha terhadap mereka. 

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, yang artinya :

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” 
(QS. At-Taubah : 100)

Karena itu ikutilah jalan yang mereka tempuh. Jalan yang sudah jelas kebenarannya. Jangan sampai kita mengikuti jalan selain yang mereka tempuh. Maka dari itu jangan ragu untuk mengikuti manhaj salaf ini. Manhaj yang haq. Manhaj yang ma'shum.

Adapun pengikutnya yaitu SALAFI yang nisbah kepada SALAF. Jika ada terdapat kesalahan dari pengikutnya tentulah tak akan mengubah sedikitpun kebenaran dan kemuliaan yang ada pada manhaj salaf ini. 

Misalnya ada pengikutnya yang kasar dalam berbicara kepada sesama saudara seiman, ada pengikutnya yang masih berpakaian isbal, ada pengikutnya yang masih gemar mendengarkan musik. Karena menjadi salafi itu perlu pembuktian BUKAN hanya KLAIM semata. Namun salafi memang ga ada yang ma’shum sebab YANG MA'SHUM HANYALAH MANHAJNYA. 

Manhaj salaf ini yang dibawa oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam yang dimana beliau adalah ORANG YANG MA'SHUM. 

Kalau ada yang bilang bahwa si fulan itu salafi yang  buruk adab terhadap sesama muslim, suka ghibah dan ngomongnya kasar. Maka saya katakan bahwa keburukan pengikutnya yaitu BUKAN berarti ajaran mereka juga buruk. Bukan berarti manhaj salaf yang buruk. Tidak demikian wahai saudaraku. Dan itu hanyalah segelintir orang saja. Tidaklah semua salafi demikian. Sebab mungkin yang berprilaku demikian karena memang masih baru dalam mengenal manhaj salaf ini. Sehingga belum begitu faham cara bersosialisasi dan menyampaikan ilmu yang dia dapati kepada saudara-saudaranya seiman. 

Bila ada salafi yang masih berpakaian isbal, masih memakai kerudung yang tidak syar'i walaupun sudah tidak mau mengikuti ibadah yang bid'ah maka janganlah ragu tetap berjalan diatas manhaj yang haq ini. Sebab semua itu bisa diperbaiki perlahan-lahan. Jika kita punya niat dan tekad baik untuk itu. Yang awalnya masih suka isbal perlahan akan merubah celananya jadi tidak isbal. Yang awalnya kerudungnya tidak syar'i perlahan akan dirubah jadi syar'i. 

Namun hanya Allah tabaroka wa ta'ala yang akan menjamin kita apakah kita tetap berada diatas jalan yang para salafus shaleh tempuh ataukah kita tidak berada dijalan itu lagi. Sebab Allah yang maha membolak balikkan hati hambanya. Allah yang memberikan hidayah taufik. Maka dari itu, tetaplah memohon agar diteguhkan hati untuk tetap berjalan diatas manhaj yang haq ini. Manhaj yang paling benar. Manhaj salafus shaleh.

Semoga Allah tabaroka wa ta'ala memberikan taufik kepada kita dan kaum Muslimin lainnya untuk mengikuti jejak Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam dan jejak para Sahabat radiyallahu 'anhum 

Semoga kita bisa saling menyayangi di antara kita kaum muslimin. Bersatulah tegakkan dakwah tauhid. Sebarkan Qollallah Wa Qola Rasul.

Wallahu ta'ala a'lam bish shawab

Tidak ada komentar: