Masih Suka Menggelari Cebong Dan Kampret ?
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔
🔏 Oleh : Uray Sriwahyuni
Bismillah..
Kadang heran sama orang yang suka NGECAP saudaranya sesama muslim dengan gelaran CEBONG ATAU KAMPRET.
Kenapa saya heran sama mereka? karena ya sering saya baca komentar orang-orang menggelari lawan bicaranya yang tidak sejalan dan tidak satu pilihan dengannya dengan digelari cebong atau kampret.
"Dasar cebong..."
"Dasar kampret..."
"Woi lu cebong masih kagak faham juga lu sama komen gua ?"
dan masih banyak lagi panggilan-panggilan nyinyir sejenis itu yang saya temui di kolom komentar.
Terlalu over dosis mengkonsumsi berita politik . Akhirnya hari-harinya disibukkan dengan berita politik. Tapi tidak menyibukkan diri untuk menuntut diri agar sibuk belajar agama.
Entah itu berita soal politik atau berita bukan politik, yah tetap aja ada gelaran-gelaran cebong dan kampret kepada lawan komentarnya yang berbeda pilihan.
Padahal ya apa untungnya sih bagi mereka untuk seru-seruan menggelari cebong atau kampret kepada sesama muslim yang tidak sepemikiran atau tidak sama pilihannya dengan mereka ?
Milih ya milih aja. Jangan sampai berbeda pilihan membuat sesama muslim jadi bermusuhan, berpecah belah bahkan sampai tidak bertegur sapa. Weh parah banget ya.
Padahal Allah subhanahu wa Ta'ala melarang kita untuk mencela.
Allah subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki mencela kumpulan yang lain, boleh jadi yang dicela itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan mencela kumpulan lainnya, boleh jadi yang dicela itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim “
(QS. Al Hujurat :11)
Terkadang sesama gelaran cebong dan kampret saja tidak saling kenal satu sama lain baik didunia nyata atau dunia maya. Tapi karena berbeda pilihan dan berbeda pemikiran maka muncullah panggilan-panggilan cebong ataupun kampret.
Wahai penikmat pemberi gelaran cebong ataupun kampret sesama muslim, ketahuilah bahwa engkau belum tentu mengetahui hakekat seseorang. Boleh jadi orang yang kalian cela itu lebih mulia di sisi Allah karena banyaknya amalan kebaikan yang dia kerjakan dalam ketakwaanya kepada Allah. Dibanding dirimu.
Ga ada yang bisa menjamin 100% seseorang akan selalu lebih baik kondisinya dari orang lain.
Oleh karenanya tidaklah pantas seseorang merasa dirinya lebih baik atau merasa pilihannya lebih baik dari orang lain sehingga begitu mudahnya mencela dan merendahkannya.
Ingatlah bahwa semua kalimat celaan kita juga akan dipertanggung jawabkan diakhirat nanti.
Udah deh ga usah pada berantem karena berbeda pilihan. Yang WAJIB dilakukan adalah :
1. Bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta'ala Ta’ala.
2. Memperbaiki aqidah kita.
3. Mendidik diri dan keluarga dengan ajaran Islam yang benar sesuai Al-Qur'an dan Sunnah.
Semoga Allah subhanahu wa Ta'ala menganugerahkan kita para pemimpin yang adil dan bijaksana pada masyarakat dan negara ini.
Semoga Allah subhanahu wa Ta’ala senantiasa melimpahkan taufik-Nya kepada kita semua untuk dapat meraih semua kebaikan dan kemuliaan yang dijanjikan-Nya di dunia dan di akhirat kelak, sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Dekat, dan Maha Mengabulkan do’a. Aamiin Ya Rabbal 'Aalamiin
Wallahu ta'ala a'lam bish shawab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar