Kamis, 23 Mei 2019

Manhaj Salaf Ujung Pencarianku
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔

🔏 Oleh : Uray Sriwahyuni



Bismillah...

Aku yang sebelumnya sering NGASAL dalam beragama. Dalam menjalankan suatu amalan cuma ikut-ikutan saja TANPA mau tahu sumber kebenaran dari suatu amalan ibadah tersebut.

Misalnya saja dulu ya...aku kalau ada perayaan maulid dikampungku maka aku biasanya semangat untuk hadir tanpa pernah mau tahu sedikitpun tentang ASAL USUL maulid Nabi. Yang tertanam dalam pikiran cuma satu yaitu MAULID ITU BAGIAN DARI AGAMA ISLAM.

Terus ada lagi TAHLILAN. Kalau ada keluarga atau tetangga meninggal aku biasanya mengikuti acara tahlilan tersebut. Tidak pernah ada terlintas dibenakku untuk mencari tahu asal usul tahlilan. Yang jelas aku menganggap tahlilan adalah ajaran islam. Begitupun yasinan.

Terus ada lagi ULANG TAHUN. Setiap ada teman yang ulang tahun biasanya temanku mengajak berkumpul makan-makan untuk merayakan hari ulang tahunnya. Tak pernah terlintas sedikitpun kalau ulang tahun bukan bagian dari ajaran islam. Karena memang disekitarku sudah biasa melakukannya.

Ada lagi yaitu MEMANSANG PENITI DI BAJU ORANG HAMIL. Aku biasa melihat teman atau tetanggaku yang hamil menyematkan peniti di bajunya agar maksudnya tidak diganggu oleh makhluk ghaib atau untuk melindungi bayi yang ada dalam kandungan. Tapi terkadang orang yang hamil  juga disuruh bekal gunting kecil yang digantungkan dibajunya, Tujuannya juga sama untuk melindungi sibayi yang ada dalam kandungan agar tidak diganggu makhluk ghaib tersebut. Bahkan mirisnya aku sangat percaya akan hal itu, Percaya bahwa temanku atau tetanggaku yang hamil harus membawa benda seperti itu semisal menyematkan peniti dibajunya atau menggantungkan gunting dibajunya itu agar tidak diganggu makhluk ghaib.

Dan masih banyak lagi kebid'ahan dan kesyirikan yang pernah aku lihat dan aku lakukan.

Tapi itu semua sebelum aku mengenal sunnah. Belum mengenal apa itu bid'ah, Belum faham mengenai syirik dan bahayanya. Itu disebabkan karena kebodohanku dalam beragama. Bahkan ceramah yang aku dengar JARAAAANNNGG SEKALI  membahas masalah bid'ah dan bahaya kesyirikan. Baik ceramah yang ada dimasjid dekat rumah maupun ceramah yang aku dengar di TV. Ini disebabkan aku lebih banyak bermain yang tidak bermanfaat dibanding belajar agama.

Seiring berkembangnya zaman dan teknologi maka semakin banyak jalan untukku mencari ilmu agama. Mulai dari membaca artikel di G+, FB, Tweeter, Telegram, Line. Dan akupun semakin rajin membaca setiap postingan yang berbau agama. Tidak perduli itu ada dalil atau tidak. 

Nah...dari sebuah postingan seorang teman di G+ aku mengenal manhaj salaf. Aku mengenal apa itu bid'ah, apa saja yang termasuk sunnah nabi. Dan semakin aku  pelajari dari setiap postingannya semakin aku faham ternyata selama ini CARA BERAGAMAKU SALAH. Sempat terjadi penolakkan dalam batinku akan kebenaran yang disampaikan dalam postingan tersebut karena tidak sesuai dengan ajaran yang selama ini aku lakukan sesuai kebiasaan dimasyarakat sekitarku.

Tapi aku semakin semangat dan penasaran akan amalan-amalan yang telah dinyatakan TIDAK SESUAI TUNTUNAN NABI MUHAMMAD SHALALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM. Dengan begitu aku lebih termotivasi untuk mendalami agama islam. Sehingga akhirnya aku mengenal sunnah. Mengenal dakwah salaf. Disitulah aku mulai mengenal manhaj salaf. Dari postingan seorang teman. Yang semoga Allah subhanahu wa ta'ala memberkahinya. Membalasnya dengan kebaikan yang banyak. Aamiin.

Walhamdulillah dan bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala karena telah diberikan jalan untukku mengenal manhaj salaf yang haq ini. Karena MANHAJ SALAF INILAH UJUNG PENCARIANKU dalam mencari kebenaran dalam beragama. Pilihan beragama dalam islam yang paling benar dan paling selamat adalah dengan mengikuti pemahaman salafus shaleh dalam beragama.

Manhaj Salaf yang kita ikuti adalah manhaj yang haq, yang tidak mungkin salah, sebab manhaj salaf adalah ajaran Allah subhanahu wa ta'ala dan Rasul-Nya. Namun bukan berarti pengikutnya juga pasti selalu benar. Pengikutnya tidaklah ma'shum.


Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, yang artinya :

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”
(QS. At-Taubah: 100).

Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa kita wajib mengikuti Salaf, sebab generasi Salaf adalah generasi yang telah diridhai Allah, maka jika kita menginginkan keridhaan Allah maka kita harus mengikuti jejak mereka.

Tidak ada nikmat yang lebih besar dari nikmat mengenal sunnah, mengenal islam dengan pemahaman yang benar, pemahaman salafus shalih dalam beragama.

Semoga saja semakin banyak kaum muslimin yang mendapatkan hidayah taufiq ini.

Semoga Allah subhanahu wa ta'ala menjadikan kita termasuk hamba-hamba Allah yang istiqamah di dalam beribadah sesuai dengan pemahaman salafus shaleh dalam beragama dan sesuai dengan kemampuan kita sebagai hamba-Nya.

Aamiin Ya Rabbal 'Aalamiin

Allahul Musta'aan



.


Tidak ada komentar: