STATUS SINDIRAN DIMEDSOS
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔
🔏 Oleh : Uray Sriwahyuni
Bismillah...
Kadang-kadang kalau lagi sakit hati sama seseorang di medsos biasaya ada yang bikin status sindiran. Atau mungkin ada yang lagi pengen seseorang ngerespon perasaannya biar orang yang disindir ngerasa maka dibuatlah status sindiran dimedsos.
Ada yang begitu ga???
Jangan angkat tangan yeah...🆗😷
Ada juga setelah buat status sindiran terus ada yang komentar begini :
“Statusku kan untuk nyindir si anu, kenapa dia yang kebakaran jenggot?”. Salah sasaran ceritanya, sehingga jatuh korban tidak terduga. Orang yang menjadi target utama bahkan ga merespon apa-apa, jangan-jangan bacapun tidak......cape' dehhhhh
Mungkin ststus sindiran yang dipasang dalam statusnya memang dimakan oleh si target tapi karena ia tidak to the point pada pokok masalah, si target bukannya menyadari kesalahannya, justru ia semakin besar kepala. Serba salah jadinya. Atau mungkin si target ga tau kalau status yang dipasang distatus mu adalah untuk dirinya.
Tapi entah kenapa ya orang kok sukanya bikin ststus sindiran?? mungkin biar banyak yang dukung dia dan ngebantu buat ngomporin dan bikin sakit hati lawannya. menurutku itu adalah cara bikin malu yang justru akan membuat citra kita buruk sendiri.
Kemaren2 mungkin saya ada bikin status sindiran namun sekarang2 saya akan berlapang dada jika ada yang bikin status sindiran buat saya. Biarkan saja. Karena tidak semua orang sepemikiran dengan kita.
Saran saya jangan deh bikin ststus sindiran...
“Jika berani, kamu to the point saja pada yang bersangkutan melalui pesan pribadi. Dan selesaikan masalah yang ingin kamu selesaikan dengannya berdua saja. Itu lebih menjaga kehormatan dan perasaan masing-masing”
"Kata dan sikap yang menyakitkan itu seperti paku. Saat kita menancapkannya di pagar, kita mungkin bisa mencabutnya kembali, tapi bekasnya akan abadi. Salah kita mungkin telah dimaafkan oleh orang yang telah kita sakiti, namun mungkin ia tak bisa melupakan kesalahan kita dalam waktu yang lama bahkan mungkin seumur hidupnya". hayooo...ngeri ga tuh sob??
Agama sudah memberi panduannya : katakanlah yang baik atau diamlah. Dan memaafkan itu adalah pilihan yang jauh lebih utama saat kita tersakiti. Kalaupun ada nasihat yang harus disampaikan, sampaikanlah dengan kata yang sebaik mungkin dengan tetap menjaga perasaan dan kehormatannya. Sampaikanlah secara pribadi jika nasihat itu memang benar-benar ditujukan untuknya.
Lalu, efektifkah menyindir lewat status media sosial ???
Jawabannya ada di hati masing-masing
*************************************
Berkata yang baik atau diam itu lebih baik. jangan su'udzon kepada orang lain jika kita tidak tau tentang orang tersebut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar