Yang PINTER pemerintah atau RAKYAT ?
Begitu banyak yang memviralkan #ganti pemimpin..
Seolah-olah itu SOLUSI, dan yang memilih pemimpin diserahkan kepada RAKYAT yang notabennya sebagian besar rakyat TIDAK PAHAM tentang tata negara..
Bahkan ketika RAKYAT disuruh memilih untuk kepentingan dirinya saja, RAKYAT tidak bisa memilih secara OBYEKTIF..
Contoh ketika disuruh memilih yang menyehatkan badannya, lalu banyak yang memilih ROKOK..
Padahal PABRIK ROKOK sudah memberikan peringatan di bungkusnya..
Pemerintahpun sudah mengingatkan bahayanya...
Namun tetap diSEDOT juga rokok yang tidak membuat kenyang atau mengobati rasa HAUS..
Bahkan bisa membunuh...
Membunuh pelakunya dan membunuh orang-orang terdekatnya...
Maka sungguh aneh tapi nyata, tapi itulah REALITA dan FAKTA...
Banyak yang berkata pemimpin sekarang tidak memperhatikan rakyat kecil, tapi ternyata yang HOBI merokok kebanyakan adalah orang-orang yang dari golongan rakyat kecil,..
Mereka tidak memperhatikan dirinya sendiri, lalu menuduh pemimpinnya tidak memperhatikan mereka ?
Mereka menuduh pemimpin negeri ini DZALIM, tapi LUPA kalau RAKYAT sendiri mendzalimi dirinya sendiri, dan mendzalimi orang lain..
Tahukah anda wahai para perokok,...
Sehari dana yang digunakan oleh perokok kalau di akumulasikan mencapai 360 M ,
Kalaubdigunakan untuk membangun masjid, bisa dibangun 360 masjid senilai 1 M per hari,..
Nilai yang fantastis, berarti sehari rakyat kecil membakar uang sebesar 360 M per hari, ini tindakan CERDAS atau GILA ?
Peringatan Pemerintah:
Merokok dapat menyebabkan KANKER, SERANGAN JANTUNG,
IMPOTENSI dan GANGGUAN KEHAMILAN dan JANIN
serta KEMATIAN
Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas dalam sesi tanggapan PP Muhammadiyah Minggu,(4/7/2010) malam, menjelaskan tentang munculnya fatwa haram rokok, yakni dengan dasar pertimbangan kesehatan dan pertimbangan sosial ekonomi.
Menurut Yunahar, dari sisi kesehatan, warga Indonesia sudah menghawatirkan karena jumlah perokoknya nomor tiga di dunia setelah China dan India. Sedangkan dalam kacamata ekonomi, merokok adalah pemborosan.
Jika, setiap hari biaya membeli merokok Rp 360 miliar, maka sebenarnya biaya tersebut bisa digunakan untuk membangun sekitar 360 masjid.
“Kalau para perokok bisa berhenti sehari, bisa bangun 360 buah masjid senilai satu miliar,” kata Yunahar saat Sidang Pleno Muktamar Muhammadiyah ke-46 di Sportorium, UMY, Yogyakarta, Minggu (4/7/2010) malam.
Read more https://aslibumiayu.net/2743-sungguh-pantastis-jika-sehari-saja-berhenti-merokok-maka-bisa-untuk-membangun-360-masjid-seharga-1-milyar.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar