Bismillah..
Ana kalau copas status atau tulisan seseorang baik di FB maupun di sosmed lainnya selalu ana sertakan nama si pembuat status dibawahnya.
Nah ini namanya menjaga amanah ilmiah.
Tapi ana beberapa kali lihat dan baca tulisan ana di copas oleh orang lain tanpa menyertakan sumbernya yaitu ana sebagai penulisnya pada postingan statusnya.
Bahkan pernah tulisan ana dishare di sebuah group yang ana lupa nama groupnya, pun mereka ga mencantumkan nama ana sebagai penulis aslinya. Ini ana ketahui setelah ana searching di mbah google karena saat itu ada yang seolah mengatakan ana yang copas tulisan orang lain dan menisbatkan diri ana sebagai penulis tulisan tersebut. PADAHAL orang tersebutlah yang mengcopas tulisan ana tanpa menyertakan nama ana sebagai penulis aslinya.
Sampai salah seorang teman ana yang punya Fanspage untuk dakwah sunnah di FB ini ikut menshare tulisan ana, agar ana tidak dituduh sebagai tukang copas tulisan orang. Sudah berlalu hal itu di akun lama ana.
Bahkan pernah ana baca tulisan ana di share di instagram dan si empunya akun itu malah menisbatkan tulisan ana tersebut kepada dirinya, seolah dia yang menulis tulisan tersebut. Padahal itu asli tulisan ana sendiri.
Dan sudah berlalu juga hal ini di akun lama ana.
Bahkan pernah ana mendapati tulisan ana di share oleh orang lain NAMUN tulisan ana di gabungnya dengan artikel dari sebuah website yang juga jadi rujukan ana untuk mendapatkan ilmu syar'i. Dan lagi-lagi si empunya akun tersebut tanpa menyertakan nama ana sebagai penulisnya.
Karena Waktu itu ana pakai akun lain dan Pas ana tanyakan padanya, kenapa ga mencantumkan nama sipenulis ? Al-Jawab si empunya akun adalah 👇👇
"BUKAN GA MAU MENCANTUMKAN NAMA SI PENULISNYA TAPI ANA GA TAHU MANHAJ SI PENULIS TERSEBUT JADI ANA GA MAU SEMBARANGAN MENYEBARKAN NAMA SIPENULIS YANG ANA RAGU MANHAJNYA".
Bagi ana itu jawaban yang sangat lucu plus aneh aja. Dia sudah lama berteman dengan akun ana yang dia copas tulisannya, dan dia juga pasti tahu ana sering share artikel dari website yang dia pun juga menjadikan website tersebut sebagai rujukan dalam mendapatkan ilmu syar'i. LALU kenapa dia bertanya soal manhaj ana ? kalau dia baru berteman dengan akun ana sih mungkin ana memaklumi. Tapi dia sudah lama berteman dengan akun ana. Engkau meragukan manhajku tapi engkau membenarkan dan mempublikasikan tulisanku. Apalagi tulisanku engkau gabungkan dengan tulisan seorang ustadz sunnah yang sangat ilmiah dibanding tulisanku yang sangat receh. Ga gitu juga kali kalau mau dakwah.
Sebab tulisan ana yang tidak ada apa-apanya rasanya tidak pantas engkau gabungkan dengan tulisan seorang ustadz yang sangat ilmiah tersebut.
Bukannya ana ga ikhlas karena tulisan ana di copas orang lain dan tidak menyertai nama ana sebagai penulisnya. Namun :
Pertama, ini soal amanah ilmiah yang hendaknya kita menjaganya, dan memperhatikan hal ini termasuk adab dalam dunia tulis menulis. Walaupun mungkin tulisan ana jauh banget dari kata ilmiah, Tapi paling tidak kita tidak menisbatkan tulisan orang lain kepada diri sendiri. Kalau pun ga mau menulis nama si penulis asli maka cukuplah kita tulis dibawah tulisan tersebut dengan kata "COPAS". Nah ini lebih baik menurut ana.
Kedua, Jika anda mengatakan ana gila pujian maka ana katakan bahwa ana tidak gila pujian. Jangan salah menuduh kalau ana gila pujian, itu otak anda yang absurd kalau gitu. Ga mau tabayyun ke ana.
Ketiga, ana tidak pernah mempermasalahkan tulisan ana mau di copas TANPA menyertakan nama ana sebagai penulis atau pembuat status, it's okey. no problem buat ana.
Namun disaat ada suatu MOMENT seolah ana yang mengcopas tulisan orang lain dan seolah mengatakan ana tidak menyertakan sumber penulisnya, maka disini letak masalahnya bagi ana. Sebab ana tidak nyaman dengan moment seperti itu. Bahkan "sempat ada yang inbox menanyakan kenapa ana tidak menyertakan penulis aslinya atas tulisan yang ana share ?"
Ana jawab saja " Kan ana sendiri sebagai penulisnya, ngapain nisbatkan tulisan ana atas nama orang lain ?"
Gitu sedikit ceritanya.
Nah inilah makanya ana buat klarifikasinya.
Walaupun klarifikasi ini UNFAEDAH namun ana tetap akan sampaikan seperti ini.
Sekian.
Ana kalau copas status atau tulisan seseorang baik di FB maupun di sosmed lainnya selalu ana sertakan nama si pembuat status dibawahnya.
Nah ini namanya menjaga amanah ilmiah.
Tapi ana beberapa kali lihat dan baca tulisan ana di copas oleh orang lain tanpa menyertakan sumbernya yaitu ana sebagai penulisnya pada postingan statusnya.
Bahkan pernah tulisan ana dishare di sebuah group yang ana lupa nama groupnya, pun mereka ga mencantumkan nama ana sebagai penulis aslinya. Ini ana ketahui setelah ana searching di mbah google karena saat itu ada yang seolah mengatakan ana yang copas tulisan orang lain dan menisbatkan diri ana sebagai penulis tulisan tersebut. PADAHAL orang tersebutlah yang mengcopas tulisan ana tanpa menyertakan nama ana sebagai penulis aslinya.
Sampai salah seorang teman ana yang punya Fanspage untuk dakwah sunnah di FB ini ikut menshare tulisan ana, agar ana tidak dituduh sebagai tukang copas tulisan orang. Sudah berlalu hal itu di akun lama ana.
Bahkan pernah ana baca tulisan ana di share di instagram dan si empunya akun itu malah menisbatkan tulisan ana tersebut kepada dirinya, seolah dia yang menulis tulisan tersebut. Padahal itu asli tulisan ana sendiri.
Dan sudah berlalu juga hal ini di akun lama ana.
Bahkan pernah ana mendapati tulisan ana di share oleh orang lain NAMUN tulisan ana di gabungnya dengan artikel dari sebuah website yang juga jadi rujukan ana untuk mendapatkan ilmu syar'i. Dan lagi-lagi si empunya akun tersebut tanpa menyertakan nama ana sebagai penulisnya.
Karena Waktu itu ana pakai akun lain dan Pas ana tanyakan padanya, kenapa ga mencantumkan nama sipenulis ? Al-Jawab si empunya akun adalah 👇👇
"BUKAN GA MAU MENCANTUMKAN NAMA SI PENULISNYA TAPI ANA GA TAHU MANHAJ SI PENULIS TERSEBUT JADI ANA GA MAU SEMBARANGAN MENYEBARKAN NAMA SIPENULIS YANG ANA RAGU MANHAJNYA".
Bagi ana itu jawaban yang sangat lucu plus aneh aja. Dia sudah lama berteman dengan akun ana yang dia copas tulisannya, dan dia juga pasti tahu ana sering share artikel dari website yang dia pun juga menjadikan website tersebut sebagai rujukan dalam mendapatkan ilmu syar'i. LALU kenapa dia bertanya soal manhaj ana ? kalau dia baru berteman dengan akun ana sih mungkin ana memaklumi. Tapi dia sudah lama berteman dengan akun ana. Engkau meragukan manhajku tapi engkau membenarkan dan mempublikasikan tulisanku. Apalagi tulisanku engkau gabungkan dengan tulisan seorang ustadz sunnah yang sangat ilmiah dibanding tulisanku yang sangat receh. Ga gitu juga kali kalau mau dakwah.
Sebab tulisan ana yang tidak ada apa-apanya rasanya tidak pantas engkau gabungkan dengan tulisan seorang ustadz yang sangat ilmiah tersebut.
Bukannya ana ga ikhlas karena tulisan ana di copas orang lain dan tidak menyertai nama ana sebagai penulisnya. Namun :
Pertama, ini soal amanah ilmiah yang hendaknya kita menjaganya, dan memperhatikan hal ini termasuk adab dalam dunia tulis menulis. Walaupun mungkin tulisan ana jauh banget dari kata ilmiah, Tapi paling tidak kita tidak menisbatkan tulisan orang lain kepada diri sendiri. Kalau pun ga mau menulis nama si penulis asli maka cukuplah kita tulis dibawah tulisan tersebut dengan kata "COPAS". Nah ini lebih baik menurut ana.
Kedua, Jika anda mengatakan ana gila pujian maka ana katakan bahwa ana tidak gila pujian. Jangan salah menuduh kalau ana gila pujian, itu otak anda yang absurd kalau gitu. Ga mau tabayyun ke ana.
Ketiga, ana tidak pernah mempermasalahkan tulisan ana mau di copas TANPA menyertakan nama ana sebagai penulis atau pembuat status, it's okey. no problem buat ana.
Namun disaat ada suatu MOMENT seolah ana yang mengcopas tulisan orang lain dan seolah mengatakan ana tidak menyertakan sumber penulisnya, maka disini letak masalahnya bagi ana. Sebab ana tidak nyaman dengan moment seperti itu. Bahkan "sempat ada yang inbox menanyakan kenapa ana tidak menyertakan penulis aslinya atas tulisan yang ana share ?"
Ana jawab saja " Kan ana sendiri sebagai penulisnya, ngapain nisbatkan tulisan ana atas nama orang lain ?"
Gitu sedikit ceritanya.
Nah inilah makanya ana buat klarifikasinya.
Walaupun klarifikasi ini UNFAEDAH namun ana tetap akan sampaikan seperti ini.
Sekian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar