Kamis, 04 Juli 2019

SIKAPKU SEBAGAI PENUNTUT ILMU KETIKA MELIHAT DAN MENYIKAPI KESALAHAN SEORANG USTADZ AHLUSUNNAH

Pertama-tama aku harus sadar diri, WHO AM I ? siapakah aku ?

Apa kapasitasku jika aku membahas hal ini ?

Disini aku tersadar dan merasa bahwa aku hanya seorang penuntut ilmu yang apabila aku  mengeluarkan pendapat membahas hal tersebut, maka suaraku atau pendapatku tidaklah akan didengar dan tidak dianggap..alias tidak ada manfaatnya mungkin.

Maka dari itu aku lebih baik diam, lebih baik menyibukkan diri untuk lebih dalam menuntut ilmu, memahami ilmu.
Jangan sampai aku larut dan ikut meramaikan dengan  postingan-postingan yang bisa saja aku terjatuh dalam perbuatan mendzalimi orang lain.

Jangan sampai aku ikut larut komen sana komen sini tentang kesalahan seorang ustadz tersebut sehingga suasana tambah panas, bahkan mungkin tambah menimbulkan kekacauan antar penuntut ilmu.

Aku sadar sebagai penuntut ilmu terkadang mendahulukan perasaan daripada mendahulukan ilmu.

Sebaiknya aku ya cukup tahu saja bahwa ini kesalahannya begini, ini yang benarnya seperti ini ternyata. Oh begini ya seharusnya setelah dijelaskan oleh ustadz fulan yang lain misalnya.

Ya sudah begitu saja, Yang salah jangan diikuti pendapatnya. Namun orangnya ya tetap kita hargai. Kita hormati sebagai ustadz Ahlusunnah.

Biarlah tahdzir mentahdzir itu dilakukan oleh sesama ustadz.

Biarlah ustadz yang punya kapasitas yang berbicara dengan hujjah dan dalil yang benar. Dan kitapun sebagai penuntut ilmu semestinya bisa melihat mana yang haq dan mana yang bathil.

Ya sudah aku ya cukup menyimak saja, Jangan jadi kompor untuk memanas-manasi keadaan.

Dan harusnya seorang penuntut ilmu itu tahu kapan dia harus bersikap diam atau berbicara.

Penuntut ilmu itu dia harus tahu apakah ada maslahat atau tidak buat dirinya ketika dia berbicara atau diam.

Jangan lupa bertanyalah pada ustadz kita bagaimana kita harus bersikap dalam menyikapi hal tersebut, sehingga kita tidak sembrono dalam mengambil sikap.

Begitulah aku berusaha bersikap tatkala menghadapi dunia persilatan di facebook.

Wallahul Musta'an

Sekian dari saya yang faqir ilmu ini

✏ YUNI

➖➖➖📚📚➖➖➖

Tidak ada komentar: