Sabtu, 29 September 2018

APA MANHAJMU SEHINGGA ENGKAU... ?

APA MANHAJMU SEHINGGA ENGKAU... ?
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔

✒ Oleh : Uray Sriwahyuni


🔴 Apa manhajmu sehingga engkau berani membuat acara tahlilan dan yasinan ?

Padahal tahlilan dan yasinan tidak ada tuntunan dari Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam maupun para sahabat Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam.


🔴 Apa manhajmu sehingga engkau berani mengadakan acara maulid nabi ?

Padahal maulid nabi tidak ada tuntunan dari Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam maupun para sahabat nabi.


🔴 Apa manhajmu sehingga engkau berani bertabarruk dan bertawasul dikuburan orang shalih ataupun yang dianggap shalih oleh para peziarah ?

Padahal hal tersebut tidak pernah dilakukan oleh para sahabat maupun para salaf terhadap orang-orang shalih diantara mereka. 

Padahal bisa saja seseorang kelihatan sebagai orang shalih tapi hatinya tidak seperti itu. Atau keadaannya berbalik menjelang matinya. Beda dengan orang yang dikabarkan oleh Allah sebagai orang-orang shalih yang telah diridha'i-Nya, seperti para sahabat umpamanya. Mereka pasti benar-benar shalih, sebab Allah tidak mungkin mengabarkan sesuatu yang berbeda dengan kenyataannya, atau berubah setelah itu.
Karenanya, jika ada yang mengatakan: “Ini termasuk tabarruk dengan orang shalih”, kita katakan: “Ini hanya bersifat dugaan yang tidak dapat dipastikan. Sedangkan dugaan tidak boleh jadi landasan hukum dalam masalah seperti ini”.

Apalah lagi jika orang yang dianggap shalih tersebut semasa hidupnya beragama tidak sesuai dengan syariat yang dituntunkan Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam yang dimana masih melakukan amalan bid'ah dan syirik.


🔴 Apa manhajmu sehingga engkau tidak mau taat kepada penguasa muslim dinegerimu ?

Padahal telah ada dalil untuk wajibnya bersabar dalam menghadapi penguasa muslim yang zalim kepada rakyatnya :

Dari Hudzaifah bin al-Yaman radhiyallahu ’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan ada para pemimpin/penguasa setelahku yang mengikuti petunjuk bukan dengan petunjukku dan menjalankan sunnah namun bukan sunnahku. Dan akan ada di antara mereka orang-orang yang memiliki hati laksana hati syaitan yang bersemayam di dalam raga manusia.” Maka Hudzaifah pun bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang harus kulakukan jika aku menjumpainya?” Beliau menjawab, “Kamu harus tetap mendengar dan taat kepada pemimpin itu, walaupun punggungmu harus dipukul dan hartamu diambil. Tetaplah mendengar dan taat.” 
(HR. Muslim, lihat Syarh Muslim 6/480)


🔴 Apa manhajmu sehingga engkau tidak meyakini bahwa Allah subhanahu wa ta'ala berada tinggi diatas 'arsy

Padahal banyak dalil menunjukkan keberadaan Allah subhanahu wa ta'ala yang diantaranya adalah :

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Tidakkah kalian mempercayaiku? Padahal aku dipercaya oleh Dzat yang di atas langit.” 
[Hadits Shahih, HR. Bukhari (no. 4351) dan Muslim (no. 1064)].


Dan bahkan Allah sendiri telah menegaskannya dalam Al-Qur'an, bahkan tidak hanya dalam satu dua ayat, tapi dalam TUJUH ayat, bahwa Dia berada di atas 'Arsy.
[Lihat: Al-A'rof:54, Yunus:3, Ar-Ra'd:2, Thaha:5, Al-Furqan:59, As-Sajdah:4, Al-Hadid:4]

Bahkan periatiwa isra' mi'raj telah menjadi bukti DIMANA ALLAH.


🔴 Surat Al An'am ayat 153, Allah Ta'ala berfirman:

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ 

"Dan sesungguhnya inilah jalanku yang lurus maka ikutilah. Dan janganlah kamu mengikuti jalan jalan lainnya, niscaya ia akan memecah belahmu dari jala-Nya. Itulah yang Dia wasiatkan kepadamu agar kamu bertaqwa."




Tidak ada komentar: