Dakwahi Orang Kafir Dong, Jangan Dakwahi Kita Yang Udah Shalat, Udah Ngaji....
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔
✒ Oleh : Uray Sriwahyuni
ADA YANG BILANG BEGINI ketika kita posting soal amalan bid'ah dan bahaya bid'ah :
"Yang Harus Didakwahi Itu Orang Kafir Biar Masuk Islam BUKAN Dakwahi Sesama Muslim Yang Sudah Shalat, Zakat, Naik Haji"
"Dakwahi Orang Kafir Dong, Jangan Dakwahi Kita Yang Udah Shalat, Udah Ngaji"
"Dasar postingan pemecah belah ummat islam"
"Postingan Orang Kafir nih"
"Gampang sekali membid'ahkan sesama muslim"
👆👆👆👆👆👆👆👆👆👆👆👆👆👆👆👆👆
SAYA JAWAB BEGINI.....
Orang KAFIR itu didakwahi agar masuk ISLAM.
DAN..
Orang ISLAM didakwahi agar mengikuti Manhaj Salaf.
Karena manhaj salaf adalah satu-satunya jalan keselamatan.
Mendakwahi orang Islam agar mengikuti pemahaman yang BENAR itu lebih sulit daripada mendakwahi orang kafir agar masuk islam.
Mendakwahi orang Islam agar mengikuti manhaj salaf itu lebih diutamakan daripada mendakwahi orang kafir agar masuk islam.
Kenapa demikian ??
Karena menolong saudara se-Islam lebih didahulukan daripada menolong orang kafir.
Apalagi amalan bid'ah di negeri kita ini sungguh banyak sekali dan tumbuh semakin subur.
Amalan bid'ah akan merusak persatuan kaum muslimin. Bahkan akan membuat orang kafir senang, karena orang kafir merasa terbantu oleh umat islam yang menodai ajaran islam dengan amalan bid'ah.
Bid’ah menyebabkan perpecahan dan menceraiberaikan diantara ummat islam.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan bahwa (yang kami peritahkan) ini adalah jalanku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan (subul) itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya.”
(QS. Al-An’am ayat 153)
Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ‘Irbadh Ibn Sariyah,
“Maka sesungguhnya barangsiapa dari kalian yang berumur panjang, akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah khalifah yang mendapatkan hidayah dan bimbingan. Peganglah kuat-kuat dan gigitlah dengan gigi geraham. Berhati-hatilah kalian terhadap perkara yang diada-adakan (bid’ah). Karena segala perkara yang diada-adakan itu adalah bid’ah, dan setiap bid’ah itu adalah sesat.”
(HR. Abu Dawud (4607) dan ini adalah lafadznya dan Tirmidzi (2676) dan Ibnu Majah (43 – 44) Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan shahih”)
Sudah terang kita disuruh berpegang teguh pada sunnah BUKAN pada Bid'ah.
Sebab apa ??
Sebab...
Bida'ah menghancurkan islam
Bid'ah membutakan hati para pelakunya
Bid'ah akan mendatangkan murka Allah
Bid'ah akan membuat iblis senang karena bid'ah membuat orang semakin menjauh dari sunnah
Itulah kejamnya bid'ah.
Dan lebih ngerinya lagi bahwa pelaku bid’ah diharamkan dari minum air dari telaga Nabi Sallallahu ‘alaihi wa sallam yang dikabarkan dalam sebuah hadits yaitu
Maka sungguh telah benar dari hadits Anas Radhiyallahu ‘anhu ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Artinya : Benar-benar suatu kaum dari umatku akan ditolak dari telaga sebagaimana unta asing ditolak (dari kerumunan unta)”, maka aku berkata : “Ya Allah itu adalah umatku”, maka dikatakan : “Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan sepeninggalmu”.
[Hadits riwayat Bukhari dan Muslim]
Saudaraku...
Mana konsekwensi kita yang mengaku sebagai Ahlussunnah ??
Kalau mengaku Ahlussunnah tentu akan menjauhi amalan bid'ah dan mengingatkan manusia dari bahaya bid'ah. Jangan biarkan diri kita atau kaum muslimin terjebak ke dalam bid'ah.
Dan janganlah kita malah memberikan cap tidak jelek kepada orang yang mengingatkan akan bahaya bid'ah. Harusnya kita bersyukur karena sudah diingatkan akan bahaya bid'ah dan mana amalan yang termasuk bid'ah.
Dalam hal ini Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Barang siapa yang menyeru kepada petunjuk , maka dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala-pahala yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi pahala-pahala mereka sedikitpun. Dan barang siapa yang menyeru kepada kesesatan, maka dia mendapatkan dosa-dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun.”
(HR. Muslim)
Semoga Allah Ta’ala senantiasa melimpahkan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua untuk dapat meraih semua kebaikan dan kemuliaan yang dijanjikan-Nya di dunia dan di akhirat kelak. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Dekat, dan Maha Mengabulkan do’a. Aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar