Sabtu, 29 September 2018

BID'AH DAN KESYIRIKAN ITU KARENA URUSAN PERUT




BID'AH DAN KESYIRIKAN ITU KARENA URUSAN PERUT
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔

🔏 Oleh : Uray Sriwahyuni


Bismillah...

Banyaknya bid'ah dan kesyirikan yang terjadi tidak lepas dari URUSAN PERUT. Mencari makanan untuk pengisi perut. Walaupun cara mendapatkannya melanggar syariat agama. Tapi mereka tetap saja menganggap itu baik dalam agama. 

Kalau kita katakan itu bid'ah dan itu syirik, maka kita akan dibilang WAHABI yang suka memecah belah persatuan. 

Sadarlah bahwa setan dapat menyelundup ke dalam suasana keagamaan sehingga lama-kelamaan orang berani berinovasi dalam agama. 

Itulah pintarnya setan dalam memperdaya manusia.

BENARLAH seperti yang dikatakan oleh Buya Hamka bahwa "Kebanyakannya karena mencari makanan pengisi perut."

Berikut tulisan Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, Jilid 1 Hal. 309-312, Penerbit Gema Insani, Cet.1, 2015.


"KARENA CARI MAKAN"
↔↔↔↔↔↔↔↔↔

"Dan supaya kamu katakan terhadap Allah hal-hal yang tidak kamu ketahui." (ujung ayat 169).

Sampai ke sanalah Setan akan membawa larat.

Asalnya ialah karena tidak menjaga diri dalam hal makan, dalam hal syahwat perut.

Akhirnya berlarut-larut menjadi kafir.

Setan masuk ke segala pintu menurut tingkat orang yang dimasuki.

Kebanyakannya karena mencari makanan pengisi perut.

Paling akhir Setan berusaha supaya orang mengatakan terhadap Allah apa yang tidak mereka ketahui.

Setan pun dapat menyelundup ke dalam suasana keagamaan sehingga lama-kelamaan orang berani menambah agama,

Mengatakan peraturan Allah, padahal bukan dari Allah, mengatakan agama, padahal bukan agama.

Lama-lama orang pun telah merasa itulah dia agama.

Asalnya soal makanan juga.

Demikian pintarnya Setan sehingga kalau ada orang yang berani menegur, mereka yang menegur itulah yang akan dituduh KAUM MUDA (WAHABI, -pen) yang mengubah-ubah agama dan membongkar-bongkar masalah khilafiyah.

Atas rayuan Setan, orang berkeras mengatakan bahwa itu adalah agama.

Siapa yang tidak mengatakan dari agama,

Dia akan dituduh memecah persatuan!

Bukan itu saja.

Bahkan pada kubur-kubur orang yang dianggap keramat, kubur ulama atau kuburan keturunan sayyid yang tertentu, diadakan haul sekali setahun; makan besar di sana sambil membaca berbagai bacaan. Rakyat yang awam dikerahkan menyediakan makanan, bergotong-royong menyediakan segala perbekalan.

Kalau kita katakan ini bukanlah agama, ini adalah menambah-nambah dan mengatakan atas Allah barang yang tidak diketahui maka kitalah yang akan dituduh merusak agama.

Bukan itu saja,

Malahan ada orang yang digajikan buat membaca surah Yaasiin di satu kubur tiap-tiap pagi hari Jum'at.

Kalau kita katakan bahwa ini bukan agama, akan mendapatlah kita tuduhan merusak agama.

Inilah beberapa contoh kita kemukakan bahwa penambahan terhadap agama, yang kadang-kadang dimasukkan oleh Setan, kerapkali rapat hubungannya dengan soal makan!

Hal-hal yang diterangkan di atas adalah nasib dari orang yang telah memperturutkan langkah-langkah Setan yang asalnya dari makanan sehingga agama pun telah dikorupsikan.

Ada lagi orang yang telah dipengaruhi Setan dalam lain bentuk, yaitu dirayu Setan supaya tetap memegang pendirian yang salah.

Ini terdapat pada lanjutan ayat.

Karena perdayaan Setan juga,

"Mereka berkata, "Bahkan kami (hanya) mau mengikut apa yang telah terbiasa atasnya nenek moyang kami."

Benar ataupun salah adalah nenek moyang kami.

Jawaban begini menunjukkan bahwa pikiran tidak berjalan beres lagi atau berkeras mempertahankan adat lama pusaka usang. Bukan akal lagi yang berkuasa, melainkan hawa nafsu.

(Buya HAMKA, Tafsir Al-Azhar, Jilid 1 Hal. 309-312, Penerbit Gema Insani, Cet.1, 2015).

Tidak ada komentar: