Sabtu, 29 September 2018

Katanya Cadar Adalah Budaya Asing ??

Katanya Cadar Adalah Budaya Asing ??
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔

🔏 Oleh : Uray Sriwahyuni


Bismillah..

Mereka bercadar bukan karena meniru budaya suatu kaum, atau karena meniru seseorang, melainkan karena perintah Al-Qur’an. Maka, sekali lagi cadar sama sekali bukan budaya arab, melainkan pakaian syar’i.

Siapapun yang berbicara bahwa cadar hanya budaya orang arab dan bukan ada kaitan dengan islam maka orang twrsebut berbicara diatas hawa nafsunya..tidak berbicara diatas ilmu. 

Tidakkah cukup dalil ini ?

Memakai cadar merupakan perkara yang telah dikenal sejak zaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam hingga saat ini.

Karenanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda tentang pakaian wanita yang hendak ihrom :

"Wanita yang ihrom tidak boleh memakai cadar" 
(HR Al-Bukhari no 1837)

Kita sebagai kaum muslimin harus cerdas melihat tipuan musuh Islam dalam menjauhkan kaum muslimin dari syari'atnya. 

Sebelum turun ayat yang memerintahkan berjilbab, budaya masyarakat arab Jahiliyah adalah menampakkan aurat, bersolek jika keluar rumah, berpakaian seronok atau disebut dengan tabarruj.

Oleh karena itu Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
“Hendaknya kalian (wanita muslimah), berada di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian ber-tabarruj sebagaimana yang dilakukan wanita jahiliyah terdahulu”.
(QS. Al Ahzab: 33)

Sedangkan yang disebut dengan jahiliyah adalah masa ketika Rasulullah Shallalahu’alihi Wasallam belum di utus.

Tabarruj itu menampakkan perhiasan dan segala yang dapat mengundang syahwat, bahkan wanita yang bertabarruj adalah wanita yang keluar rumah dengan berjalan lenggak-lenggok dan genit. 

Lalu anda membandingkan dengan budaya masyarakat dimana wanitanya memakai kemben  dan bertelanjang dada. Yang notabene nya ini bukanlah pakaian wanita islam. Justru itulah budaya jahiliyah.

Wanita islam itu pakaian takwanya adalah menutup aurat, memakai hijab. 

Justru islam dan syar'iatnya adalah nilai-nilai luhur yang harus didakwahkan. 


Waffaqahullah..
Hadahullah...

Wallahu ta'ala a'lam bish shawab

Tidak ada komentar: