Sabtu, 29 September 2018

UKHTI..IZINKAN AKU MENJADI ADIK MADUMU !!






UKHTI..IZINKAN AKU MENJADI ADIK MADUMU !!
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔

🔏 Oleh : Uray Sriwahyuni


Bismillah...

Ukhti...bagaimana perasaanmu ketika mendengar kata POLYGAMI ?

Ukhti...bagaimana perasaanmu ketika mengetahui bahwa suamimu ingin berpolygami ?

Aku yakin ukhti yang sudah kenal sunnah tidak akan membenci syari'at polygami ini. 

Namun mndengar kata POLYGAMI biasanya sebagian wanita akan merasa tidak suka. Khawatir suaminya akan melakukan polygami. Padahal polygami disyari'atkan dalam islam. Dan tak sedikit yang menentang syari'at islam ini dengan berbagai alasan. 

Kalau aku sendiri termasuk yang mendukung syari'at polygami. Karena setiap yang disyari’atkan dalam Islam, pasti memiliki hikmah dan manfaat yang besar untuk ummatnya. Dan poligami adalah salah satu cara terbaik dalam menciptakan keluarga dan masyarakat agar terjaga kemuliaan seorang wanita. Namun tentunya mempraktekkan syari’at poligami ini dengan memenuhi syarat dan ketentuan yang telah digariskan.

Sungguh manfaat dari polygami begitu banyak jika dilakukan dengan benar mengharap ridha Allah subhanahu wa ta'ala. 

➖ Baik wanita maupun pria bisa menundukkan pandangan jika dia melakukan polygami. 

➖ Dengan berpoligami bisa mengangkat kemuliaan wanita yang suaminya meninggal dimana wanita tersebut ga memiliki kemampuan untuk menghidupi dirinya bahkan apabila dia punya tanggungan anak. Sehingga dengan poligami ada yang bertanggung jawab atas kebutuhannya dan kebutuhan anaknya. 

➖ Apabila istri pertamanya sedang berhalangan seperti haid ataupun nifas maka dengan berpolygami akan mengurangi kegundahan hasrat suami.

➖ Dengan polygami maka akan bisa memperbanyak keturunan dan memperbanyak jumlah ummat Islam. 

Dan masih banyak lagi manfaat dari polygami ini.

Polygami memang bagian dari sunnah nabi shalallahu 'alaihi wa sallam yang ga boleh kita tolak keberadaannya. Suka ga suka mesti kita terima kenyataanya.

Polygami itu SOLUSI bukan TUJUAN

Yang sudah kenal sunnah saja kadang ga menjamin bisa melaksanakan polygami sesuai syariat yang ditetapkan. 

Makanya kalau mau polygami ya dipikirkan lagi MAMPU APA TIDAK. Mampu dalam arti bukan hanya materi saja namun juga adil. Adil dalam arti dari tempat tinggal, uang belanja dan waktu bermalam. Tapi kalau soal rasa dan kecondongan hati maka ini tidak bisa dipaksa berlaku adil. 

Allah telah berfirman yang artinya :

“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi ; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya” 
(An-Nisaa : 3).


Namun polygami bukan patokan seseorang SUKSES dalam menjalani sunnah. Sebab sunnah itu sejalan dengan amal dan perbuatan. Tentunya ittiba' kepada Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam. Sebab beliaulah sebaik baik tauladan bagi ummat ini.

Begitu indahnya syari'at polygami bagi yang benar mempraktekkannya. Walaupun banyak juga polygami disalahgunakan untuk sekedar memenuhi hasrat biologis tanpa mempraktekkannya dengan benar menurut syari'at islam. Ini ulah oknum yang membuat syari'at polygami jadi tercemar, ternodai.

Wahai ukhti...izinkanlah suamimu untuk berpolygami jika kamu melihat suamimu mampu dan bisa berlaku adil serta mendatangkan maslahat bagi rumah tanggamu. 

Ya ukhti..masihkah kamu membenci syari'at polygami ini ?

Ya ukhti...masihkah kamu ragu dengan rezeki yang Allah janjikan walau suamimu berpolygami ?

Ya ukhti...jika kamu sudah tidak ragu lagi dengan keindahan syari'at polygami ini maka izinkanlah hati yang lain untuk masuk dalam kehidupanmu. 

Yakinlah ukhti bahwa ketetapan Allah lebih indah.

Ya ukhti...inilah indahnya ajaran Islam yang menghalalkan poligami. Tentu dalam mempraktekkannya syari’at poligami ini harus  memenuhi syarat dan ketentuan yang telah digariskan.

Jika ada wanita yang berkata begini padamu maka apa yang hendak engkau jawab wahai ukhti ?

"YA UKHTI....IZINKANLAH AKU MENJADI ADIK MADUMU !!"


Tidak ada komentar: